TANGERANG — bhayangkaranews24.id, Kepala Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Ardiyansyah yang akrab disapa Ki Lurah Meong, menyampaikan pandangannya terkait dinamika geopolitik global, khususnya mengenai langkah Indonesia yang bergabung dengan forum internasional Board of Peace.

 

Menurut Ki Lurah Meong, sikapnya bukanlah dalam rangka mendukung atau menolak secara membabi buta kebijakan pemerintah. Ia menilai bahwa mengelola negara besar seperti Indonesia di tengah situasi global yang penuh ketegangan bukanlah perkara mudah.

 

“Ini bukan soal dukung-mendukung secara emosional. Mengurus negara sebesar Indonesia tentu sangat sulit dan penuh pertimbangan,” ujarnya.

 

Meski demikian, Ki Lurah Meong secara pribadi menegaskan bahwa ia tetap memiliki simpati terhadap perjuangan Iran dalam menjaga marwah dan kedaulatannya sebagai sebuah negara. Ia menilai perlawanan Iran penting agar kekuatan besar dunia tidak bertindak semena-mena.

 

“Secara pribadi saya tetap mendukung Iran untuk melawan demi menjaga marwah dan kedaulatannya, sehingga Amerika Serikat dan Israel tidak semena-mena terhadap negara lain,” ungkapnya.

 

Namun demikian, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menaruh kecurigaan berlebihan terhadap kebijakan pemerintah Indonesia. Menurutnya, setiap langkah diplomasi tentu memiliki pertimbangan strategis yang tidak selalu terlihat di permukaan.

 

Ki Lurah Meong menilai posisi Indonesia saat ini memang berada dalam situasi yang serba sulit. Dalam kondisi geopolitik global yang kompleks, setiap keputusan pemerintah berpotensi memunculkan pro dan kontra.

 

“Indonesia bergabung dengan Board of Peace salah, tidak bergabung juga bisa dianggap salah. Karena itu pertimbangannya pasti sangat hati-hati,” katanya.

 

Ia menjelaskan bahwa pemerintah tentu mempertimbangkan berbagai aspek strategis, termasuk hubungan bilateral dengan sejumlah negara yang memiliki kepentingan penting bagi Indonesia.

 

Salah satu contohnya adalah hubungan dengan Arab Saudi, yang menurutnya memiliki keterkaitan sangat erat dengan Indonesia, terutama dalam urusan ibadah umat Islam seperti haji dan umrah.

 

“Logikanya sederhana saja. Di Board of Peace itu ada Arab Saudi, sementara urusan Indonesia dengan Arab Saudi sangat banyak, terutama yang paling intens adalah urusan haji dan umrah. Hal-hal seperti ini tentu harus dijaga agar tetap berjalan baik,” jelasnya.

 

Selain itu, menurutnya masih banyak pertimbangan diplomatik dan kepentingan nasional lainnya yang mungkin menjadi alasan pemerintah mengambil keputusan tersebut.

 

Meski begitu, Ki Lurah Meong berharap agar langkah Indonesia bergabung dengan forum internasional tersebut tidak sampai dimaknai sebagai dukungan terhadap upaya perang terhadap Iran.

 

Ia menegaskan bahwa jika Indonesia sampai terlibat dalam konflik besar yang melibatkan kekuatan global, maka dampaknya akan sangat berbahaya bagi bangsa.

 

“Yang penting Presiden Prabowo Subianto tidak menjadikan bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace sebagai bentuk dukungan untuk memerangi Iran. Karena itu bisa mendatangkan malapetaka dan bencana besar bagi kita semua,” tegasnya.

 

Di akhir pernyataannya, Ki Lurah Meong mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan para pemimpin bangsa agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta bimbingan dari Allah SWT dalam mengambil keputusan-keputusan besar yang menyangkut masa depan negara.

 

“Semoga Indonesia tetap aman, damai, dan dijauhkan dari berbagai bala dan bencana. Kita doakan Presiden Prabowo Subianto diberikan kesehatan dan kekuatan, serta kita semua selalu berada dalam bimbingan dan lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” tutupnya.

 

Dengan penuh optimisme, ia menegaskan komitmen kebangsaan yang menjadi prinsip seluruh anak bangsa.

 

“NKRI Harga Mati, Pancasila Jaya.”

 

Red. (AM-212)