Langsa, bhayangkaranews24 id Langsa kota coboy, ratusan satpol pp dan WH dan tidak bisa menjalankan tugas peraturan pemerintah tampa ada penertif kan kota kasatpol pp diduga ada bermain dengan masarakat pasar.
Tahun 1996 Ibraim latif yang pak kotif berkerja dengan suka rela tampa pambri dari parkir maupun dari pendagang tidak perlu mengabil upah namun kota langsa harus bersi dan teratur ibraim latif/pak kotif satu orang tapi bisa teratur kota langsa beda ratusan satpol pp lihat kiri kanan lalu pulang,
Padagang ikan dan sayur berjualan di bahu badan jalan sampai parkir pun di simpang tiga latos namun satpol pp purak purak tidak melihat padahal teratak parkir didepan mata, curiga ada apa apakah ada setoran uang dari pengelola teratak parkir sama pedagang,
Jalan rel tepekong pasar ikan mobil melintasi jalan simpang tiga latos jalan kemesjid lalu balik arah tidak bisa lewati karna parkir di simpang tiga latos dan pedagang semakin padat berjualan simpang bahu badan jalan.
satpol pp dan WH diduga tidak bisa berkerja hanya belagak, yang bisa menghabiskan dana daerah di langsa padahal uang oprasi tiap bulan dikeluarkn oleh pemerintah malah kurang bagi kasitpol pp,
Bapak PJ Wali kota SYARIDIN apa boleh teratak parkir konopi di simpang tiga bahu badan jalan pasar ikan.? (nurmansyah)



