Jakarta Timur, bhayangkaranews24.id – Masjid Nurul Ibad yang terletak di kawasan Jakarta Timur kembali menjadi saksi momen suci keislaman seorang mualaf. Kali ini, Julius Hans—yang sebelumnya memeluk agama Kristen Protestan—resmi menyatakan syahadat dan memeluk agama Islam. Dalam prosesi yang berlangsung khidmat tersebut, Julius Hans diganti namanya menjadi Muhammad Yunus Hans oleh KH. Ibnu Mulkan Syakrim Bin Abuya KH. Muhammad Syakrim
Proses pembacaan dua kalimat syahadat dipimpin langsung oleh KH. Ibnu Mulkan Syakrim, Pimpinan Yayasan Nurul Ibad Sekaligus Ketua Umum Majelis Ulama Nusantara (MUN). Dalam sambutannya, KH. Ibnu Mulkan menyampaikan rasa syukur dan haru atas bertambahnya saudara baru dalam Islam.
“Nama sebelum Muslim : Julius Hans Dan setelah masuk Islam Saya ganti menjadi Muhammad Yunus Hans, Dengan hati penuh ketulusan, kami menyambut kehadiran saudara kita Muhammad Yunus Hans ke dalam agama Islam. Semoga Allah senantiasa membimbing dan memberkahinya dalam setiap langkah hidupnya,” ujarnya.

Sebagai bentuk sambutan dan simbol ikatan spiritual yang baru, Muhammad Yunus Hans menerima seperangkat alat shalat dan Al-Qur’an dari KH. Ibnu Mulkan. Tak hanya itu, Yayasan Nurul Ibad juga memberikan sertifikat sebagai tanda bukti keislamannya.
Acara turut dihadiri para jamaah dan perwakilan pondok pesantren. Suasana haru menyelimuti prosesi, ditandai dengan lantunan doa bersama agar Muhammad Yunus Hans senantiasa istiqamah dalam keimanan dan menjadi Muslim yang taat.
Menariknya, momen ini bukanlah yang pertama terjadi di Masjid Nurul Ibad. Sejak tahun 1950, masjid ini telah menjadi tempat bagi ratusan orang dari berbagai latar belakang—baik rakyat biasa hingga kalangan pejabat—untuk memeluk Islam.
“Sudah tak terhitung jumlahnya, ratusan orang telah memeluk Islam di masjid ini. Semua terjadi tanpa paksaan, murni karena hidayah Allah dan keinginan tulus dari hati mereka,” ungkap KH. Ibnu Mulkan Syakrim. Ia juga menuturkan bahwa proses keislaman telah berlangsung sejak masa sang ayah, Abuya KH. Muhammad Syakrim, pendiri Masjid dan Yayasan Nurul Ibad, dan kini dilanjutkan olehnya.
Masjid Nurul Ibad terus meneguhkan perannya sebagai pusat dakwah Islam yang rahmatan lil-‘alamin, membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa pun yang ingin mengenal Islam dengan penuh kedamaian.
(AM-212)



