Tanggamus, bhayangkaranews24.id-Antonius selaku Komisioner KPU Provinsi Lampung Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM mengatakan, perena penting media massa dalam perangi hoax karena Media massa merupakan pilar keempat demokrasi.
Dia mengungkapkan, isu hoax ini bisa saja merusak demokrasi yang selama ini telah terjag di Indonesia.
Antonius juga mengatakan, khusus KPU kerjasama dengan media massa sangat diperlukan.
Hal itu karena, media massa bisa untuk menyebarkan informasi terkait kepemiluan yang dikeluarkan oleh KPU kepada masyarakat.
“Selain itu, dari media ini juga bisa menjadi sarana pendidikan bagi masyarakat untuk memilih pilihan-pilihan yang ada nantinya,” ucap Antonius, Minggu (24/12/2023).
Dengan pendidikan politik yang baik, masyarakat juga tidak mudah terpecah belah dengan adanya isu hoax yang ada saat ini.
Ia menjelaskan, mengedukasi masyarakat bukan hanya tugas dari penyelenggara pemilu saja melainkan seluruh elemen masyarakat.
“Agar nantinya masyarakat juga tidak mudah terprovokasi dengan berita yang beredar di media sosial,” kata dia.
Dirinya juga meminta kepada masyarakat, agar selalu kembali memastikan berita yang diterima melalui media sosial.
Dengan memastikan berita tersebut, masyarakat bisa terhindar dari berita-berita palsu yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.
“Dalam hal ini media massa juga memiliki peran besar dalam mengatasi hal itu,” jelasnya.
Tambah Anton, media massa sendiri merupakan sebuah platform yang memang memiliki kredibilitas dalam penulisan beritanya.
Sehingga, berita yang dikeluarkan oleh medan massa dapat dipertanggung jawabkan spenuhnya.
Untuk memerangi isu hoax itu sendiri, KPU Provinsi Lampung juga telah memiliki akun media sosial.
Dimana, akun media sosial KPU Provinsi Lampung ini digunakan untuk menyebarkan informasi terkait kepemiluan.
“Kami juga memiliki kanal media sosial untuk menyampaikan informasi valid tersebut,” kata dia.
Sehingga masyarakat dapat mengetahui, informasi terkait pemilu dengan melihat media sosial KPU Provinsi Lampung.
Antonius juga mengungkapkan, pemilu merupakan suatu kegiatan yang sangat kompleks.
Hal ini bisa dilihat dari banyaknya jumlah pemilih yang akan menyumbangkan suaranya secara serentak di Indonesia.
“Kemudian berasal dari geografisnya untuk memberikan pasikan logistik dan banyaknya surat suara yang ingin diberikan kepada masyarakat,” ucapnya.
Maka dari itu, Antonius mengajak seluruh lapisan untuk berkolaborasi dalam menjalankan pemilu 2024.
Sehingga pemilu 2024 yang akan datang bisa berjalan dengan baik dan lancar.
(TOMI)



