Tebing Tinggi -bhayangkaranews24,Melenjit nya setoran perparkiran yang ada di kota Tebing Tinggi Sumatera Utara membuat para juru parkir menjerit, kondisi inilah membuat para juru parkir (jukir) di paksa harus mencapai target setoran parkir kepada pihak ketiga sebagai pengelola perparkiran yang ada di kota Tebing Tinggi

 

Menurut keterangan salah seorang Juru Parkir yang tidak ingin namanya di cantumkan kepada Awak Media,Jumat (22/12/2023) target setoran yang di tetap kan pengelola terlalu tinggi dan untuk mencapai target itu para juru parkir harus bekerja keras dengan resiko kapan saja bisa tertabrak sepeda motor dan mobil

 

“Pengelola di tuding tidak memikirkan nasib kami para juru parkir sebagai pekerja lapangan dan di sisi lain setoran tidak seimbang dengan kondisi lahan perparkiran yang lahan parkir dibagi bagi yang membuat lahan parkir menjadi kecil dengan setoran Rp 180 ribu siang saja dari pukul 7 pagi sampai sore pukul 5, lain malam hari dari pukul 5 sampai pukul 11 malam Rp 180 ribu jadi kalau ambil siang malam setoran mencapai Rp 360 ribu ,ucap juru parkir

 

Dengan setoran setinggi tersebut membuat para juru parkir harus extra kerja keras agar memenuhi setoran, mereka harus hemat dan terkadang tidak makan asal bisa membawa uang dari sisa setoran buat belanja kerumah demi kebutuhan anak dan keluarga

Ini sangat berat bagi kami para juru parkir yang biasa setoran siang dan malam nya  hanya Rp250 ribu kini sudah melambung menjadi Rp360 ribu ,dulu nya kami masih mampu mambawa uang sisa setoran Rp 100 ribu perhari nya ,tapi kalau untuk sekarang ini hanya mampu membawa sisa setoran Rp 50 ribu dan bahkan hanya Rp 30 ribu aja buat kebutuhan keluarga alias uang belanja ,,ratap salah seorang juru parkir

 

Mewakili para juru parkir yang ada di Kota Tebing Tinggi ,dia meminta agar pejabat Walikota Tebing Tinggi memikir kan nasib kami ini para juru parkir yang terkadang nyawa kami sebagai taruhan nya ,terkadang sering kami di tabrak sepeda motor dan mobil

 

Kalau bisa setoran perparkiran di turun kan agar kami bisa hidup layak dan mampu menyekolah kan anak anak kami.

J.Efendi