Foto: Benny Lumingkewas Ketua Tim Penilai Epdeskel Minsel.
MINSEL – bhayangkaranewd24.id – Desa Sondaken kecamatan Tatapaan kabupaten Minahasa Selatan provinsi Sulawesi Utara yang di pimpin oleh Hukum Tua Ferry Ruata, jadi wakil dalam Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan (Epdeskel)
Epdeskel sering juga disebut sebagai Lomba Desa, yang dilaksanakan setiap tahun diseluruh Indonesia.
Setelah melakukan penilaian antar desa, maka desa Sondaken menjadi wakil dati kecamatan Tatapaan.
Dan pada Kamis 24 April 2025, penilaian antar kecamatan dilaksanakan lagi, untuk menentukan siapa diantara 17 kecamatan yang ada di kabupaten Minsel untuk menjadi perwakilan antar kabupaten nanti.

Foto: Ferry Ruata Hukum Tua Deda Sondaken.
Dihadiri oleh Tim penilai Epdeskel yang diketuai oleh Asisten satu bupati Benny Lumingkewas, Camat Tatapaan bersama staf, perwakilan dari Puskesmas, Danramil Tumpaan, Kapolsek Tumpaan, Tim Penggerak PKK Kabupaten, dan perangkat desa, kegiatan ini dilaksanakan di Balai Pertemuan Umum.
Menurut Benny, ada 3 bidang penilaian yaitu, bidang pemerintahan, kewilayaan dan kemasyarakatan.
ketiga bidang inilah yang akan menentukan suatu desa, apakah bisa menjadi perutusan nanti ke tingkat kabupaten, ucap Benny.
Saya berharap desa desa yang menjadi perwakilan antar kecamatan, bisa mempersiapkan semua yang masuk dalam kriteria ini, jika ingin menjadi perwakilan ke tingkat kabupaten, lanjut Benny.
Sementara itu, Ferry Ruata yang adalah hukum tua desa Sondaken, sangat optimis bisa mewakili kecamatan kecamatan yang ada di kabupaten minahasa selatan, dalam kegiatan Epdeskel ini.
Saya siap seribu persen, jika desa kami ditunjuk mewakili kabupaten Minsel ke tingkat Provinsi, jika masih ada yang perlu di benahi, kami akan benahi,ucap Ferry.
Selain Epdeskel, kami juga ingin mempromosikan sarana pariwisata yang ada di desa kami, sebab, sejak dahulu, desa kami sudah terkenal dengan wisata hutan mangrove dan wisata pantai yang ada, namun kami belum mendapat perhatian atau bantuan dari pemerintah kabupaten dan provinsi, jika ada tempat wisata, itu adalah hasil swadaya masyarakat, ucap ferry menutupi percakapan deng beberapa media pers.
Robby.



