Citangkil Cilegon Banten – bhayangkaranews24.id, Musik Sebagai Ekspresi Universal: Kiyai Alwiyan Rakjat Biasa dan Filosofi Nada
Oleh Tim Redaksi
Di sebuah teras terbuka yang menghadap ke hijaunya perbukitan, seorang pria duduk santai dengan gitar di pangkuannya. Mengenakan pakaian serba putih dan peci hitam, ia tampak larut dalam alunan nada yang dipetiknya. Sosok ini adalah Kiyai Alwiyan Rakjat Biasa, seorang Kiyai Pimpinan Pondok Pesantren Al-Khairiyah Citangkil Cilegon Banten yang juga seorang musisi yang memiliki pandangan mendalam tentang esensi musik.
Dalam sebuah pernyataan yang ia sampaikan, Kiyai Alwiyan menegaskan bahwa, “musik adalah bentuk seni yang tidak terbatas oleh sekat agama atau identitas tertentu. “Tuhan yang menciptakan nada, kitalah yang merangkainya jadi musik. Musik itu tidak punya agama, jadi tidak ada musik Islami atau bukan. Yang ada adalah Blues, Rock, Classic, Jazz, Etnik, dan lainnya. Semua menjadi indah jika nada dirangkai menjadi musik oleh ahlinya,” ujar Kiyai Alwiyan. (Sekjend DPP MUN)
Pernyataan ini mencerminkan pemikirannya tentang musik sebagai bahasa universal yang melampaui batas perbedaan. Musik, menurutnya, bukan hanya sekadar hiburan tetapi juga alat ekspresi yang mampu menyatukan manusia dari berbagai latar belakang.
Kiyai Alwiyan bukan hanya berbicara tentang musik, tetapi juga menghidupkannya dalam kesehariannya. Dengan gitar yang selalu menemani, ia terus berkarya dan menyampaikan pesan-pesan kebaikan melalui nada dan harmoni. Sikapnya yang santai namun penuh makna ini menginspirasi banyak orang untuk melihat musik sebagai jembatan persatuan dan kebebasan berekspresi.
Di tengah era modern yang sering memperdebatkan identitas dalam seni, pandangan Kiyai Alwiyan menjadi pengingat bahwa musik adalah milik semua orang. Dengan segala keanekaragaman genre yang ada, musik tetap memiliki satu tujuan: menghadirkan keindahan dan menyentuh hati siapa saja yang mendengarnya.***



