Foto: Sekolah di desa Lopana Satu.
MINSEL – bhayangkaranews24.id – Kami sebagai orang tua murid, merasa ada yang tidak beres dengan salah satu guru di sekolah tersebut, kata seorang orang tua murid saat dikonfirmasi.
Hal tersebut terjadi di salah satu sekolah dasar yang ada di desa Lopana Satu, karna ada salah satu guru yang mereka juga baru tau kalau itu adalah guru di sekolah tempat anak anak mereka belajar.
Terkonfirmasi, kegaduhan tersebut terjadi saat ada salah satu guru perempuan yang ternyata baru bertugas di sekolah yang ada di desa Lopana Satu, yang mereka perhatikan sering dijemput pakai sepeda motor, maupun dijemput pakai mobil yang gonta ganti warnah.
Warga sekitar sekolah yang adalah orang tua murid, sering memperhatikan hal tersebut, dan itu terjadi setiap hari, setelah mereka telusuri, bahwa oknum tersebut mengajar di Sekolah Dasar di desa mereka, yang baru ditempatkan sejak bulan januari 2026.
Setelah mereka tau itu adalah oknum guru di kampung mereka, merekapun menelusuri tentang oknum tersebut, oknum guru tersebut berinisial RK, dan lewat penelusuran mereka, ternyata oknum guru tersebut dipindahkan dari sekolah sebelumnya di tareran dikarenakan beberapa kasus yang dilakukan oknum guru itu.
Setelah penelusuran beberapa orang tua murid, dan menemukan data juga fakta yang didapat, maka para orang tua murid merasa resah dengan kehadiran oknum guru tersebut dan berharap dinas Pendidikan Minahasa Selatan bisa melihat kembali, atau membina guru tersebut.
Jangan sampai kami usir atau kami keluarkan paksa guru tersebut, karna kami sebagai ortu, tidak mau ada tenaga pengajar yang kurangajar, apalagi penjudi dan perokok, kata salah satu orang tua murid.
Apalagi guru itu adalah seorang perempuan, yang kami dapat informasi, sudah meninggalkan suaminya karna ingin bebas untuk bergaul, pantasan sering dijemput gonta ganti mobil bahkan motor, ucap mereka juga.
Untuk itu, kami berharap, pihak dinas pendidikan dalam hal ini kepala dinas, juga pemerintah kabupaten Minsel untuk memperhatikan guru tersebut, jangan sampai kami kedapatan terjadi di sekolah, maka kami akan mengambil tindakan terhadapnya, mohon pemerintah memperhatikan hal ini, tutup mereka.
Setelah dikonfirmasi kepada pihak sekolah, dalam hal ini kepala sekolah hanya menjawab bahwa sebelum oknum guru tersebut melakukan aktifitas mengajar, sudah diberikan wejangan atau nasihat oleh kepala sekolah, dan jika kepindahan tersebut dikarenakan ada permasalahan, sebisanya untuk merubah, dan menjalankan tugas sesuai tanggung jawab di tempat tugas yang baru, ucap kepala sekolah Meyuntu.
Namun pihak sekolah juga membenarkan jika oknum tersebut sering di jemput baik pakai sepeda motor maupun mobil yang gonta ganti warnah seperti ucapan para orang tua murid, namun pihak sekolah tidsk bisa pastikan jika itu adalah suaminya atau bukan.
Robby.



