OPINI KENAIKAN HARGA BAHAN POKOK
Nara sumber,Vivin T.A,
Opini 1
“Kenaikan harga bahan pokok, seperti beras dan telur, menjadi perhatian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga. Pemerintah perlu terus mengoptimalisasi langkah pengendalian pasokan agar harga tetap stabil dan terjangkau. Fluktuasi harga emas dan pelemahan rupiah terhadap dolar juga mengingatkan kita akan pentingnya pengelolaan investasi yang bijak. Mari bersama-sama dukung upaya menjaga daya beli dan stabilitas ekonomi demi kesejahteraan seluruh masyarakat.”penulis Vivin T.A (mahasiswa RPL UPR 2025-2026)
Opini 2 :
Bank Indonesia (BI) sejak awal tahun 2025 sudah beberapa kali menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate dari 5,75% di awal tahun menjadi sekitar 4,75% pada September 2025. Penurunan ini dilakukan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi di tengah inflasi yang relatif terkendali.
Penurunan suku bunga ini artinya biaya pinjaman uang menjadi lebih murah, yang memberi kesempatan masyarakat dan pelaku usaha untuk lebih leluasa mengakses kredit dan investasi. Hal ini diharapkan bisa meningkatkan aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat.
Selain itu, suku bunga deposito juga turun, membuat masyarakat harus lebih cermat memilih tempat menyimpan uang agar mendapat hasil terbaik. Namun, ini juga mendorong penggunaan uang untuk belanja dan investasi, bukan hanya ditabung.
Meski begitu, BI tetap mewaspadai risiko inflasi dan fluktuasi nilai tukar rupiah. Penurunan suku bunga dilakukan secara hati-hati agar stabilitas ekonomi tetap terjaga sambil mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.
Secara keseluruhan, langkah BI menurunkan suku bunga ini adalah sinyal positif untuk pemulihan ekonomi Indonesia dan diharapkan membantu menekan beban biaya hidup, termasuk kebutuhan pokok, dengan harga yang bisa lebih terjangkau. Penulis Vivin T.A (mahasiswa RPL UPR 2025-2026)Tim redaksi BN, Boni.OP8NI

