Medan-bhayangkaranews24.idPengurus Pusat Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (KB FKPPI) di bawah kepemimpinan Pontjo Sutowo, melalui Surat Penunjukan Nomor: 563/PP/KB FKPPI/IX/2026 tanggal 24 September 2026, mempercayakan Pengurus Daerah II KB FKPPI Sumatera Utara sebagai tuan rumah Musyawarah Nasional (MUNAS) Ke-XI FKPPI yang direncanakan akan berlangsung pada tanggal 4-6 Desember 2026 di Kota Medan. Penyelenggaraan forum nasional ini menjadi amanah dan tanggung jawab penting bagi jajaran organisasi KB FKPPI di Sumatera Utara guna mempersiapkan kesuksesan kegiatan tersebut, yang tidak hanya sukses dalam penyelenggaraannya, tetapi juga harus dapat menghasilkan keputusan strategis bagi masa depan organisasi. Hal ini senada dengan pernyataan H. Kharuddin Syah, S.E., atau dikenal luas dengan sapaan H. Buyung, bahwa penunjukan Sumatera Utara sebagai tuan rumah MUNAS XI FKPPI tentunya menempatkan seluruh jajaran pengurus PD II KB FKPPI Sumatera Utara pada posisi penting untuk menjalankan amanah dan tanggung jawab besar dari organisasi untuk mempersiapkan agenda nasional tersebut.

Apt. Drs. Siskandri Siregar selaku Sekretaris PD II KB FKPPI Sumatera menyatakan bahwa kepercayaan kepada Sumatera Utara merupakan kesempatan untuk memperlihatkan semangat kebersamaan dan kesiapan daerah dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan berskala nasional ini. Kesiapan penyelenggaraan membutuhkan koordinasi yang matang, mulai dari persiapan lokasi, akomodasi peserta, administrasi, protokoler, hingga berbagai kebutuhan teknis lainnya. Sinergi antara Pengurus Pusat, Pengurus Daerah, Panitia Pelaksana, dan seluruh Anggota Keluarga Besar FKPPI menjadi faktor penting untuk memastikan suksesnya seluruh rangkaian kegiatan, sehingga MUNAS XI FKPPI dapat berjalan dengan tertib dan lancar, serta lebih mengutamakan prinsip-prinsip netralitas dan demokratis. Tidak hanya sebagai agenda organisasi, MUNAS XI FKPPI justru merupakan forum musyawarah yang diharapkan mampu memperkuat konsolidasi internal, mengevaluasi perjalanan organisasi, menyusun arah program kerja, serta meningkatkan kualitas pengabdian KB FKPPI kepada masyarakat dan bangsa.

MUNAS XI FKPPI direncanakan dapat berlangsung sesuai momentum HUT Ke-48 FKPPI yang mengusung tema “FKPPI sebagai Garda Terdepan Bela Negara untuk Mewujudkan Kedaulatan dan Kemakmuran Bangsa yang Berkeadilan.” Tema ini menegaskan pentingnya memperkuat semangat kebangsaan, meningkatkan kualitas kader, serta mendorong kontribusi nyata organisasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dr. Tengku Erwinsyahbana, S.H., M.Hum, selaku Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Pengelola Kader PD II KB FKPPI Sumatera Utara, yang juga merupakan dosen pada Magister Ilmu Hukum Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, menyatakan bahwa kaderisasi merupakan prioritas strategis organisasi, karena penempatan kaderisasi ini sebagai salah satu aspek penting guna menjaga keberlanjutan dan memperkuat masa depan organisasi FKPPI sebagai Organisasi Kader dan Organisasi Bela Negara.

Dalam perspektif pengembangan organisasi, MUNAS XI FKPPI perlu dimaknai sebagai momentum untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memastikan nilai-nilai kebangsaan dan bela negara tetap menjadi landasan dalam setiap gerak organisasi. MUNAS XI FKPPI harus dapat dimaknai sebagai kesempatan untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus membangun kader-kader yang memiliki integritas, kapasitas, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat. Kaderisasi bukan sekadar menyiapkan pergantian kepengurusan, melainkan memastikan keberlanjutan nilai, visi, dan pengabdian organisasi kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Kaderisasi tidak boleh berhenti pada proses perekrutan anggota atau pergantian kepengurusan, sehingga kaderisasi harus dilaksanakan secara terencana melalui penguatan wawasan kebangsaan, pembentukan karakter, pengembangan kemampuan kepemimpinan, serta peningkatan kompetensi kader dalam menghadapi dinamika sosial. Kader yang berkualitas diharapkan mampu memahami persoalan masyarakat, membangun komunikasi yang konstruktif, dan mengambil bagian dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur melalui kekuatan struktur kepengurusan, tetapi juga melalui kualitas kader dan konsistensi pengabdian yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Bela negara tidak cukup berhenti pada slogan atau seremonial organisasi. Nilai tersebut harus tercermin dalam sikap, perilaku, dan kerja nyata. Kader FKPPI harus mampu menjadi bagian dari solusi terhadap persoalan masyarakat, menjaga persatuan di tengah perbedaan, serta mengembangkan kapasitas diri agar dapat berkontribusi bagi terwujudnya kedaulatan dan kemakmuran yang berkeadilan.

Penguatan kaderisasi dan bela negara diharapkan berjalan beriringan. Kader yang memiliki integritas, wawasan luas, dan kemampuan kepemimpinan akan lebih siap menghadapi tantangan sosial sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat, sehingga MUNAS XI FKPPI diharapkan menghasilkan keputusan yang mampu memperkuat organisasi secara kelembagaan dan meningkatkan kualitas pengabdian para kader, demikian pernyataan yang disampaikan Hanafi Maksum, S.H., selaku Wakil Ketua Bidang Bela Negara yang juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Panitia Pelaksana MUNAS XI FKPPI. Beliau juga menyatakan bahwa penguatan konsolidasi antarstruktur, pembenahan program kaderisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan kegiatan sosial kebangsaan menjadi sejumlah bidang yang relevan untuk mendapat perhatian dalam pembahasan organisasi. Forum ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi antardaerah agar program organisasi dapat berjalan lebih terkoordinasi dan memiliki kesinambungan. Keberhasilan MUNAS XI FKPPI tidak semata-mata ditentukan oleh kelancaran acara selama tiga hari, tetapi juga oleh pelaksanaan hasil musyawarah setelah kegiatan berakhir, oleh sebab itu, setiap keputusan perlu ditindaklanjuti melalui program yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggung jawabkan.