Sukabumi jawabarat bhayangkaranews24.id- Sejumlah jurnalis mengaku mengalami peristiwa yang dinilai tidak lazim saat melakukan upaya konfirmasi terkait pelaksanaan proyek revitalisasi di SMA PGRI Nagrak, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Kamis 30-7-2026
Kedatangan para jurnalis ke sekolah tersebut bertujuan meminta penjelasan dan mengonfirmasi sejumlah informasi mengenai pelaksanaan proyek revitalisasi yang tengah berjalan.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, rombongan jurnalis diterima oleh Lutfi Kamil, yang disebut merupakan tenaga pengajar di SMP PGRI Nagrak dan mendapat penugasan dari Kepala SMA PGRI Nagrak untuk menerima tamu.
Setelah dipersilakan masuk ke ruang kantor, Lutfi Kamil kemudian meninggalkan ruangan. Beberapa saat kemudian, seorang guru perempuan datang menemui para jurnalis.
Menurut keterangan para jurnalis, di tengah proses komunikasi tersebut guru yang bersangkutan menyerahkan tiga buah amplop kepada mereka. Pemberian itu tidak disertai penjelasan mengenai tujuan maupun isi amplop.
Para jurnalis menyatakan tidak datang untuk menerima pemberian dalam bentuk apa pun, melainkan menjalankan tugas jurnalistik guna memperoleh keterangan dan klarifikasi atas informasi yang berkembang di masyarakat.
“Kedatangan kami murni untuk meminta penjelasan terkait proyek revitalisasi. Kami menjaga independensi profesi sehingga pemberian amplop seperti ini menimbulkan pertanyaan mengenai maksud dan tujuannya,” ujar salah seorang jurnalis yang berada di lokasi.
Peristiwa tersebut kemudian memunculkan penilaian dari para jurnalis bahwa tindakan pemberian amplop kepada awak media berpotensi menimbulkan persepsi yang tidak sejalan dengan prinsip independensi dan etika jurnalistik.
Hingga berita ini disusun, pihak SMA PGRI Nagrak belum memberikan keterangan resmi mengenai tujuan pemberian amplop tersebut. Redaksi masih berupaya menghubungi Kepala Sekolah maupun pihak terkait lainnya untuk memperoleh klarifikasi sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan.
(Rab rivaldo)



