Bengkulu Utara, bhayangkaranews24.id – Hari ini Jumat  ( 3 /5 / 24 ) pemdes Kedu Baru Kecamatan Kerkap Gelar Acara Pendataan Indeks Desa Membangun (IDM) merupakan Indeks komposit yang dibentuk dari Indeks Ketahanan Sosial, Indeks Ketahanan Ekonomi dan Indeks Ketahanan Ekologi Desa. Tujuan Indeks Desa Membangun (IDM)

Pada pelatihan Indek pihak DPMPD “Menjelaskankan indek Desa Membangun yaitu untuk menetapkan status kemajuan dan kemandirian Desa serta menyediakan data dan informasi dasar bagi pembangunan Desa.

Status Kemajuan dan Kemandirian Desa digunakan sebagai ukuran pengklasifikasian Desa dalam rangka menentukan intervensi baik anggaran maupun kebijakan pembangunan Desa.

“Dan indeks Desa Membangun dikembangkan berdasarkan konsepsi bahwa untuk menuju Desa maju dan mandiri perlu kerangka kerja pembangunan berkelanjutan di mana aspek sosial, ekonomi, dan ekologi menjadi kekuatan yang saling mengisi dan menjaga potensi serta kemampuan Desa untuk mensejahterakan kehidupan Desa. Kebijakan dan aktivitas pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa harus menghasilkan pemerataan dan keadilan, didasarkan dan memperkuat nilai-nilai lokal dan budaya, serta ramah lingkungan dengan mengelola potensi sumber daya alam secara baik dan berkelanjutan. Dalam konteks ini ketahanan sosial, ekonomi, dan ekologi bekerja sebagai dimensi yang memperkuat gerak proses dan pencapaian tujuan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa.

Baikpun Indeks Desa Membangun memotret perkembangan kemandirian Desa berdasarkan implementasi Undang-Undang Desa dengan dukungan Dana Desa serta Pendamping Desa. Indeks Desa Membangun mengarahkan ketepatan intervensi dalam kebijakan dengan korelasi intervensi pembangunan yang tepat dari Pemerintah sesuai dengan partisipasi Masyarakat yang berkorelasi dengan karakteristik wilayah Desa yaitu tipologi dan modal sosial.” jelas Narasumber Dari DPMPD BU.

Disela acara Pelatihan dan penyuluhan Kepala Desa Kedu Baru Yang akrab disapa yus juga memahami serta, mengatakan, ” Indeks Desa Membangun (IDM) digunakan pemerintah sebagai alat untuk mengukur status perkembangan suatu desa, sehingga rekomendasi kebijakan yang diperlukan akan lebih tepat sasaran.

“Alhamdulillah pelatihan kita berjalan lancar. Perangkat desa banyak dibekali ilmu tentang membangun desa. Terkhusus di Desa Kedu Baru”, katanya.

Ia menjelaskan, pelatiham IDM tersebut sebagai acuan untuk melakukan afirmasi, integrasi, dan sinergi pembangunan sehingga terwujudnya kondisi masyarakat desa yang sejahtera, adil, dan mandiri akan lebih mudah untuk dicapai dan lebih tepat sasaran.

“Semoga dengan adanya pelatihan ini bisa lebih semangat membangun Desa ”, ungkapnya lagi.

Dan Alhamdulillah dari pantauan Acara Pelatihan dan penyuluhan berjalan efektif dan efesien sesuai harapan.

* * ( Deni S. )