Langsa. Bhayangkaranews24.id pasalnya Rumah sakit regional di kota langsa sifatnya menjadi rumah sakit rujukan diaceh yang berdomisili di kota langsa yang dimana di isukan telah menelan beberapa kali menerima suntikan bantuan namun sampai dengan tahun 2023 masih saja belum selesai tentulah ini menjadi sebuah pertanyan besar ditengah-tengah masyarakat dikota langsa.

 

Perlu di ketahui bantuan rumah sakit regional tersebut di isukan perdana pada tahun 2019 dan di duga di bantu oleh dana dari negara jerman yang lumayan besar apabila dijadikan kenilai rupiah. namun uniknya rumah sakit

regional tersebut tidak juga rampung sampai sekarang sementara isu yang terdengar di tengah-tengah masyarakat

di kota Langsa sudah menelan lebih kurang 4(empat) tahap bantuan rumah sakit regional tersebut pada tahun 2022 di duga lebih kurang 18 meliar dari sumber APBA aceh dan tahun 2023 sekarang ini berjumlah Rp.9.826.542.000,00 (sembilan meliyar delapan ratus dua puluh enam juta lima ratus empat puluh dua ribu rupiah) dan ini bersumber dari dana APBA aceh dengan Nomor : 44.23/188/SP-FISIK/vlll/APBA/SDK-DINKES/2023 tertanggal 25 agustus 2023 dengan judul kegiatan lanjutan Pembangunan Rumah sakit rujukan regional langsa.

 

Di satu sisi Pj. walikota Langsa mengatakan kepada awak media melalui via whaasapp sms beliau mengatakan. “Kita bukan jemput bola tetapi meminta bantuan kepusat untuk dapat melanjutkan dan menyelesaikan pembangunan rumah sakit regional Langsa buat di jadikan Program strategis nasional.

 

Menurut informasi dan pantauan masyarakat yang tidak mau di sebutkan indentitasnya mengingat ada hal-hal yang tidak dinginkan terjadi di kemudian hari.

Menurut beliau tidak siapnya Pembangunan Rumah sakit regional rujukan tersebut di kota langsa di Duga ada indikasi terbentur dengan dana yang kurang tepat mengarah ke pembangunan Fisik tersebut. contohnya proyek tersebut dijalankan menggunakan CV bukannya PT tentu hal ini di Duga ada Aroma kesengajaan untuk sebuah kepentingan dari beberapa kalangan tertentu dan tidak menutup kemungkinan agar dapat mengurangi nilai pajak atau ada kepentingan lainnya.

 

Menurut isu yang awak media dapatkan ditengah-tengah masyarakat adanya keterlibatan oknum aparat mensuplay bahan bangunan untuk di jadikan job bisnis di proyek tersebut dan tentunya Komisi pemberantasan korupsi (KPK-red) yang lebih cakep didalam memahami persoalan tersebut dan KPK Wajib sigap dengan dugaan laporan awak media yang penuh dengan kejanggalan mengenai pembangunan Rumah sakit rujukan regional Langsa yang semakin lama tidak di kerjakan kini mulai di kerjakan bisa jadi ada dugaan untuk kepentingan pemilu buat bagi-bagi bolu program proyek akhir tahun dan BPK serta KPK jangan tidur panjang.(z)