bhayangkaranews24.id – dirilis dari kalangan media- media online salah satunya media tubarsnews.com, tentang Beberapa hari yang lalu pemerintah kabupaten Bengkulu Utara mengarak arakan lantaran dua tahun berturut turut mendapatkan piala Adipura. Dengan mendapatkan piala tersebut tentu banyak penilaian terutama kota bersih dan indah serta insfrastruktur yang bagus.

Namun faktanya sangat bertolak belakang terhadap masyarakat dan banyak juga menuai cibiran dikarenakan jalan ditengah kota saja banyak yang berlobang serta sampah masih banyak berserakan. Terlebih juga di desa desa yang ada di kabupaten Bengkulu Utara.
Seperti halnya di Trans Durian Hamparan kecamatan Batiknau yang saat ini tengah viral bahwa anak anak sekolah dasar berjalan kaki jungkir balik lantaran jalan licin dan berlumpur.
Kondisi jalan yang masih berlumpur berada di Jalan DesaTran Durian Hamparan. Semestinya sangat mengetuk hati para pemangku jabatan yang ada di kabupaten Bengkulu Utara ini, sebab sejak berdirinya Tran tahun 2004 sampai sekarang belum pernah di sentuh pembangunan jalan sama sekali, sedangkan jalan tersebut akses utama masyakat.
Menurut keterangan Kepala Desa Durian Hamparan Hendra Gunawan, Sabtu (9/3/2024) bila kerusakan jalan semakin parah saat hujan tiba, kendaraan yang melintas dikhawatirkan tergelincir karena jalan tanah dan berlumpur. Terlebih saat ini terus diguyur hujan, jangankan kendaraan anak anak sekolah ingin menimba ilmu saja beberapa kali jungkir balik lantaran jalan licin dan penuh lumpur.
“Sejak tran itu berdiri hampir 19 tahunan lebih, jalan kabupaten ini gak pernah diperbaiki. Kalau saat hujan, bisa dipastikan jalannya berlumpur dan sangat rawan jangankan kendaraan untuk melintas, berjalan kaki saja sulit, namun apalah daya itu akses utama urat nadi masyarakat, “kata kades.
Atas penderitaan masyarakat tersebutS ebagai aparat desa pihaknya sudah berupaya dan hampir setiap tahun mengusulkan melalui proposal ke kabupaten dan Musrenbangdes namun belum membuahkan hasil. Untuk itu dirinya berharap kepada pemerintah baik pusat maupun kabupaten untuk bisa memperbaiki jalan Desa tran Durian Hamparan.
“Yang pasti kami berharap sekali ada perbaikan, karna anak anak sekolah susah ketika naik kendaraan maupun jalan kaki, terlebih kalau cuaca buruk, ” ujar kades.
Ditambahkan oleh ketua ALIANSI LSM Bengkulu Utara tentang Piala Adipura yang didapat oleh Kabupaten Bengkulu Utara, ketua aliansi Sahri mengatakan kalau piala itu sebenarnya tidak terlalu penting bagi masyarakat, masyarakat sangat berharap pembangunan di kabupaten Bengkulu Utara yang merata itu harapan kita bersama, ini salahsaru conto jalan yang ada di desa durian amparan tidak perna di bangun sehingga akses per ekonomian di desa tersebut kurang lancar dan anak-anak mau ke sekolah sering terhambat.
“Harapan saya dan terhusus masyarakat kabupaten Bengkulu Utara agarkiranya pemerintah Daerah utamakan dahulu kepentingan masyarakat nantilah yang lain-lain yang tidak di butuhkan masyarakat,” tutup Sahril
Biro – Ujang S”



