TANGERANG — Bhayangkaranews24.id, Semangat menghidupkan tradisi mudzakarah dan memperkuat silaturahmi antarpengurus M3CB terus berkembang di Kabupaten Tangerang. Hal itu ditandai dengan digelarnya Majelis Mudzakaroh Muhtadi Cidahu Banten (M3CB) perdana bagi Pengurus PKC M3CB Kecamatan Sindang Jaya.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa malam, 18 Agustus 2026, tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Kepuh Indah Al-Bastami, Pimpinan KH. Bastomi Kampung Kelampean, Desa Badak Anom, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang.
Pada kegiatan perdana ini, PKC M3CB Kecamatan Sindang Jaya bertindak sebagai tuan rumah. Majelis juga dihadiri oleh PKC M3CB Kecamatan Pasar Kemis dan PKC M3CB Kecamatan Kemiri, sehingga menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antarpengurus sekaligus memperluas ruang diskusi keilmuan.
Perdana, tetapi Langsung Diisi Mudzakarah Kitab
Berbeda dari sekadar kegiatan silaturahmi, majelis perdana tersebut langsung diarahkan pada kegiatan ilmiah berupa kajian dan mudzakarah kitab, dengan pembahasan yang masih berkisar pada muqaddimah Kitab Nihayatuzzain.
Kajian berlangsung secara interaktif. Para peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga terlibat dalam pembahasan, penyampaian argumentasi serta pendalaman terhadap maksud dan kandungan teks yang dikaji.
Muqaddimah Nihayatuzzain menjadi titik pembahasan karena di dalamnya terdapat sejumlah landasan penting yang menjadi pintu masuk untuk memahami pembahasan fikih secara lebih luas.
Melalui metode mudzakarah, setiap persoalan tidak berhenti pada pembacaan teks, tetapi berusaha dikaji melalui penjelasan, argumentasi dan sudut pandang keilmuan yang relevan.
Membangun Tradisi Mudzakarah di Tengah Masyarakat
Bagi Pengurus PKC M3CB Kecamatan Sindang Jaya, pelaksanaan perdana ini menjadi langkah awal untuk membangun tradisi majelis ilmu yang tidak hanya berorientasi pada pengajian, tetapi juga mendorong budaya membaca, memahami, berdiskusi dan mempertanggungjawabkan argumentasi keilmuan.
Kehadiran pengurus dari Kecamatan Pasar Kemis dan Kecamatan Kemiri semakin memberikan warna dalam forum tersebut. Silaturahmi lintas kecamatan diharapkan dapat memperkuat kebersamaan sekaligus membuka ruang pertukaran wawasan di antara para pengurus dan jamaah M3CB.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan hadiah puji, dilanjutkan pembacaan dan pengamalan Asma Badar, kemudian memasuki agenda utama berupa kajian Kitab Nashoihul Ibad dan Kitab Nihayattuzzain.
Kegiatan dimulai pukul 21.00 WIB, ba’da Isya hingga selesai, dan terbuka untuk masyarakat umum.
Tiga Kecamatan, Satu Semangat Keilmuan
Kehadiran tiga PKC M3CB dalam majelis tersebut menjadi gambaran bahwa tradisi keilmuan dapat menjadi titik temu yang memperkuat persaudaraan.
Sindang Jaya sebagai tuan rumah, Pasar Kemis dan Kemiri sebagai tamu, bersatu dalam satu forum untuk mendalami khazanah keilmuan Islam sekaligus mempererat silaturahmi.
Majelis Mudzakaroh Muhtadi Cidahu Banten diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan perdana, tetapi menjadi awal dari kesinambungan majelis-majelis berikutnya di Kecamatan Sindang Jaya.
Semangatnya sederhana, namun memiliki makna yang besar: menghidupkan majelis ilmu, merawat tradisi mudzakarah dan memperkuat ukhuwah melalui kajian kitab.
M3CB — Bersama Ulama, Umaro dan Masyarakat.
(AM-212)



