Bengkulu Utara, Bhayangkaranews24.id – Pemerintah Desa Sidourip , secara resmi meluncurkan Musyawarah program ketahanan pangan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Selasa ( 30/6/26 ) .

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Desa Sukarnoto,  dan dihadiri unsur Ketua Bumdes Dan anggota, perangkat desa, pendamping Desa , Serta BPd dan Toko masyarakat .

‎Kepala Desa Sukarnoto,  menyampaikan bahwa program ketahanan pangan ini merupakan bagian dari upaya strategis desa dalam memanfaatkan anggaran desa untuk mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal, khususnya di bidang pertanian dan perikanan.

‎“Alhamdulillah, hari ini kita mulai gerakan ketahanan pangan melalui BUMDes. Ini adalah langkah nyata dalam mengarahkan dana desa untuk mendukung sektor pertanian baikpun perikanan Harapannya, hasil pertanian dari program ini bisa memberi manfaat langsung bagi masyarakat Desa Sidourip,” ucapnya.

‎Lanjutnya menambahkan, ke depan pihaknya berharap BUMDes  dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam pengelolaan program ketahanan pangan yang produktif dan berkelanjutan.

‎“Kami juga berharap dukungan dari semua pihak, termasuk berbagai pihak, agar distribusi hasil tani dan perikanan dari BUMDes ini bisa berjalan lancar dan menjadi bagian dari upaya menyukseskan program prioritas nasional, termasuk inisiatif makan bergizi gratis dari pemerintah,” ujarnya.

‎Pendamping Desa, turut memberikan apresiasi dan dukungan terhadap inisiatif ini. Ia menyebut bahwa beberapa desa di wilayahnya telah mulai menggeliat dalam program ketahanan pangan sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah.

‎“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi seluruh desa  yang aktif dalam program ketahanan pangan. dengan sektor pertaniannya baikpun perikanan menjadi salah satu contoh nyata. Ini sejalan dengan program strategis nasional Presiden Prabowo untuk menciptakan kemandirian pangan, yang mengusung visi Bangkit, Maju, Sejahtera,” terangnya

‎Sementara itu, Ketua BUMDes, menjelaskan bahwa program ini digagas berdasarkan potensi historis dan geografis wilayah Sidourip yang dulunya dikenal sebagai kawasan pertanian dan perikanan. Ia mengatakan, alokasi  persen dana desa digunakan untuk memulai pertanian skala desa dan sekala perikanan.
‎“Tujuan besar kami adalah membangkitkan kembali semangat bertani masyarakat , agar pertaniannya maju dan petaninya sejahtera. Untuk tahap berjalan  bagi masyarakat Desa yang ingin mengambil bibit , Pupuk , pelet dan sebagainya bisa di Bumdes Desa kita untuk kebutuhan pertanian baikpun perikanan. Kita Bumdes menyediakan bagi petani yang ingin bertani yang terhambat modal diawal dan kita menyediakannya, apabila petani kita  berhasil atau panen masa nanti baru petani baikpun sektor perikanan bisa mengembalikan pembelanjaan di Bumdes kita, untuk pembayaran itu pun melalui kesepakatan bersama ” jelasnya

‎Ia menambahkan, ke depan BUMDes akan terus mengeksplorasi berbagai potensi sektor pertanian perikanan, termasuk memperluas jenis  usaha yang mencakup sektor lokal desa, serta mengembangkan konsep pertanian dan perikanan berbasis modern.

‎“Kami sedang rancang program pertanian di area-area Desa oleh BUMDes. Ini penting karena  wilayah kita  penduduknya sektor pertanian dan perikanan,” tuturnya. (Red)