Pj Bupati Kabupaten Pasuruan meresmikan Gedung Instalasi Farmasi dan Drop Zone IGD RSUD Bangil.
Pasuruan – Bhayangkaranews24.id,Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil meresmikan gedung instalasi farmasi dan drop Zone IGD. Dua fasilitas ini sebagai bentuk komitmen terhadap pemenuhan sarana prasarana sesuai Permenkes Nomor 40 tahun 2022 tentang persyaratan teknis bangunan, prasarana dan peralatan kesehatan rumah sakit.
Direktur RSUD Bangil, dr Arma Roosalina menyampaikan bahwa dibangunnya Gedung Instalasi Farmasi karena gedung yang lama sudah overload. Dalam artian tidak dapat lagi menampung banyaknya obat dan peralatan medis yang ditempatkan di gedung yang lama.
“Karena kami juga ingin memenuhi amanat Permenkes. Ketika ternyata sudah over load, tidak mampu menyimpan banyaknya obat, maka memang harus dibangun gedung yang baru,” kata Arma.
Dijelaskan Arma, pembangunan Gedung Instalasi Farmasi dengan dua lantai itu menggunakan anggaran DBHCHT tahun 2023 sebesar Rp 13,467 Milyar. Begitu pula dengan drop zone IGD RSUD Bangil, anggaran pembangunannya berasaal dari DBHCHT tahun 2023 sebanyak Rp 7,960 milyar.
Pj Bupati Kabuptaten Pasuruan,Dr.Andriyanto SH.Mkes meresmikan Gedung Instalasi Farmasi dan Drop Zone IGD dengan disaksikan oleh Jajaran Forkopimda serta tamu undangan, Dengan ditandai penandatanganan prasasti. sabtu,09-03-2024.
Khusus untuk pembangunan drop zone IGD menjadi sangat penting, sebab selama ini pasien masih ada yang merasa kesulitan untuk bisa menuju IGD. Di samping itu, RSUD Bangil ingin bertransformasi sehingga tampilannya menjadi lebih ramah dan tidak menakutkan.
Sementara itu, Pj Bupati Kabupaten Pasuruan Andriyanto berharap dengan dibangunnya gedung yang baru, maka untuk selanjutnya produk-produk farmasi yang tidak ada tempat sehingga disimpan di gedung lama, langsung bisa dipindahkan sesuai ketentuan.
“Saya berharap adanya gedung baru ini dapat mengelola, menyimpan dan mendistribusikan produk farmasi sesuai ketentuan,” katanya.
Pj Bupati Pasuruan Andriyanto ,menegaskan bahwa keberadaan gedung instalasi farmasi maupun drop zone IGD harus bisa dimanfaatkan dalam menjawab tantangan kebutuhan masyarakat, terutama akan pelayanan kesehatan yang semakin ditingkatkan.
Acara peresmian ini berjalan lancar dan tertib.( HeryBN24-277)



