Citangkilbhayangkaranews24.id, Profesionalisme dan Akuntabilitas adalah Ruh Pengabdian

 

@Alwiyan Rakjat Biasa

 

Terkait RUU TNI yang telah disahkan menjadi UU TNI, menurut pendapat pribadi sy, tapi bukan karena saya bagian dari keluarga besar TNI AD tapi ingin melihatnya secara proporsional dan objektif terhadap persoalan tersebut. Perubahan UU TNI menurut saya masih relevan dengan tugas pokok dan fungsi TNI dalam pertahanan dan keamanan negara bahkan justru memperkuat porsi dan profesional TNI. Khususnya penempatan anggota TNI dalam jabatan sipil, bagi saya, siapapun itu, baik TNI Polri maupun sipil, jika ingin dikaryakan di ruang-ruang jabatan pemerintahan sipil mana pun yang penting adalah amanah, kredibel dan profesional dalam bekerja, sebab poin pentingnya adalah _”siapapun yg bekerja dalam upaya mengelola dan memajukan bangsa dan negara ini harus amanah, kredibel dan profesional.”_

 

Sebagaimana Islam mengajarkan agar menyerahkan suatu pekerjaan kepada ahlinya, tentu harus amanah dan berilmu. Mampu atau tidak, tentu harus terukur melalui rekam jejak dan uji fit and proper test secara transparan sehingga ditemukan sosok yang patut dan layak untuk menempati posisi jabatan tertentu. “Kita tidak perlu risau jika Indonesia ini diserahkan kepada putera puteri terbaik Indonesia sebagai ahlinya untuk mengelola dan memajukannya, akan tetapi menangislah dan suarakanlah kebenaran jika Indonesia diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya untuk mengelolanya”.

 

Persoalan bangsa ini sudah terlalu banyak, kehadiran siapapun di pemerintahan harus mampu menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang ada bukan justru menjadi sumber masalah yang harus diurus oleh negara. Terkait masa pensiun yang diperpanjang, perlu diingat bahwa perwira TNI khususnya perwira tinggi merupakan kompetensi khusus yang tidak dimiliki olah banyak orang dalam urusan pertahanan dan keamanan negara.

 

Citangkil, 20 maret 2025

 

“Kita tidak perlu risau jika Indonesia ini diserahkan kepada putera puteri terbaik Indonesia apapun latar belakangnya sebagai ahlinya untuk mengelola dan memajukan Indonesia, akan tetapi menangislah dan suarakanlah kebenaran jika Indonesia diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya untuk mengelolanya”.

 

@Alwiyan Rakjat Biasa. ***