Lokasi Pekerjaan Jalan Desa simpang Pulo Padang Kec Linggabayu hingga berita ini di terbitkan masih dalam pekerjaan
Mandailing Natal, [bhayangkaranews24.id] -Proyek peningkatan infrastruktur jalan Singkuang hingga Perbatasan Sumbar di kabupaten Mandailing Natal sumber dana APBN yang di kerjakan oleh Perusahaan PT Widya Indria Sari (PT WIS) terkesan amburadul.

Lokasi jalan Desa Bondakase Kec Natal rusak parah diduga sengaja di tinggalkan Kontraktor
Pasalnya, saat Tim awak media bhayangkaranews24.id bersama ketua DPC LSM Gempur Kab Madina melakukan investigasi di lapangan banyak menemukan kejanggalan, pada pekerjaan itu tidak menunjukkan adanya plank proyek dan pekerjaan pengaspalan terkesan amburadul,
Pekerjaan pengaspalan yang menelan biaya miliaran rupiah anggaran keuangan negara sumber dana APBN terkesan sia sia karena pekerjakan asal asalan oleh pihak kontraktor yang ingin meraup keutungan besar tanpa memperdulikan mutu standart pekerjaan,

Lokasi jalan Desa Lancat Kec Linggabayu dikerjakan pada malam dini hari tgl 01.01.2024 baru dikerjakan sudah terlihat hancur diduga aspal sangat tipis dan suhu panas aspal kisaran 50% saja.
Pekerjaan pengaspalan yang baru dikerjakan hanya beberapa hari di berbagai titik terlihat dengan jelas sudah pada rusak dan retak retak, bahkan ada beberapa titik jalan yang sudah sangat rusak parah malah tidak dikerjakan terkesan sengaja di tinggalkan seperti terlihat di desa Bondakase dan desa Balimbing Kecamatan Natal yang seharusnya dilakukan perawatan berat dengan penimbunan dan pengaspalan yang tebal malah hanya dilakukan aspal tambal sulam, aspal nya sangat tipis terkesan kontraktor mau enaknya saja tanpa mengeluarkan modal besar demi mencari keuntungan besar.
Tidak sampai di situ, diduga akibat mepetnya waktu penyelesaian pekerjaan diakibatkan selama ini pihak kontraktor diduga lama bermain dengan waktu sehingga di akhir pengunjung tahun Desember 2023 dan pada malam tahun baru 01/01/2024 sekitar pukul 02.00 WIB para pekerja masih bekerja memburu pekerjaan yang belum selesai dikerjakan namun ke esokan hari nya jalan yang baru di perbaiki sudah hancur kembali yaitu sangat terlihat pada titik pekerjaan di desa sikara-kara Kec- Natal, selanjutnya di Desa lancat dan desa aek garingging serta di desa Simpang Gambir Kecamatan Lingga Bayu,
Menurut salah seorang pekerja saat di konfirmasi mengatakan terjadi nya seperti itu diduga akibat suhu panas aspal yang di kerjakan sampai di tempat hanya mencapai suhu panas kisaran 50% saja, sebab perjalan truk pengangkut aspal dari batang toru menuju lokasi pekerjaan via danau Sias memakan waktu 10 jam hingga 12 jam perjalanan diperkirakan aspal sudah mencapai kelembaban.
Dikonfirmasikan awak media melalui via Watshaap Rahmat selaku Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Jawaban Rahmat bahwa ianya sudah bekerja sesuai aturan,
M. Sobirin Sitompul. S.Sos selaku aktivis dan ketua DPC LSM Gempur Kab mengatakan, meminta kepada BPK-RI agar segera tinjau lokasi pekerjaan PT WIS di Mandailing Natal, BPK-RI harus mengaudit pekerjaan mereka sebab diduga keras pekerjaan pengaspalan tersebut asal jadi, dalam analisis pekerjaan bahwa sisa anggaran 5% tidak akan mampu untuk biaya masa perawatan, terkesan pekerjaan kali ini hanya menghambur-hamburkan uang negara,, “Ucap Sobirin
Masih dengan Sobirin, Selain pekerjaan pengaspalan yang amburadul ada dugaan bahwa pihak kontraktor PT WIS telah melakukan pencairan dana (SP2D) padahal pada penghujung tahun akhir Desember 2023 pekerjaan mereka masih banyak yang tertinggal, apakah hal ini dapat dilakukan oleh Rekanan tanpa adanya rekom dari pengawas proyek atau diduga keras pengawas proyek ada main mata dengan pihak Rekanan”, pungkas Sobirin.
(Tim)



