BANTEN — Bhayangkaranews24.id, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Banten menjalani agenda padat dan strategis pada Jumat, 23 Januari 2026, sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat sinergi kelembagaan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi umat.

Ketua Tanfidziyah PWNU Provinsi Banten, KH. Abi Hafiz Gunawan, S.Pd.I., menyampaikan bahwa agenda hari ini mencerminkan komitmen PWNU Banten dalam menggabungkan peran keumatan, kebangsaan, dan pemberdayaan ekonomi berbasis Aswaja An-Nahdliyah.
Agenda pertama PWNU Banten adalah menyambut kunjungan Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi Banten ke Kantor PWNU Banten. Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara PWNU dan pemerintah, khususnya dalam pengurusan sertifikasi tanah wakaf demi kepastian hukum dan kemaslahatan umat.
“PWNU Banten terbuka dan siap bersinergi dengan seluruh pemangku kebijakan, termasuk ATR/BPN, untuk memastikan aset wakaf umat terlindungi secara hukum dan dikelola secara berkelanjutan,” ujar KH. Abi Hafiz Gunawan.
Selain agenda kelembagaan, PWNU Banten juga memantau langsung kesiapan launching Tim Ekonomi PWNU Banten yang difokuskan pada pengembangan unit-unit usaha produktif. Beberapa program strategis yang ditinjau antara lain:
1. Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) CIBADUY yang berlokasi di Ciomas, sebagai upaya menghadirkan produk kebutuhan dasar dengan nilai ekonomi dan kebermanfaatan sosial.
2. Produksi Roti PWNU yang beroperasi di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, sebagai bagian dari penguatan UMKM dan penciptaan lapangan kerja.
3. MBG Nahdlatul Banten Maju yang berpusat di Pondok Pesantren Bismillah, sebagai program ekonomi pesantren yang terintegrasi dengan penguatan kemandirian lembaga pendidikan Islam.
KH. Abi Hafiz Gunawan menegaskan bahwa penguatan ekonomi umat merupakan bagian tak terpisahkan dari dakwah Nahdlatul Ulama. NU tidak hanya hadir dalam aspek keagamaan, tetapi juga dalam membangun kemandirian sosial dan ekonomi warga nahdliyin.
Dalam khazanah klasik Ahlussunnah wal Jama’ah, Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin menegaskan bahwa kesejahteraan ekonomi umat merupakan sarana penting untuk menjaga agama dan martabat manusia. Hal ini sejalan dengan prinsip maqashid al-syari’ah, khususnya hifzh al-mal (menjaga harta), yang menjadi fondasi dalam pembangunan ekonomi umat.
Melalui agenda strategis ini, PWNU Banten berharap sinergi dengan pemerintah dan penguatan sektor ekonomi dapat berjalan beriringan, sehingga NU semakin berperan aktif dalam mewujudkan kemaslahatan umat dan kemajuan Provinsi Banten.
(AM-212)


