Kabupaten Tangerang – bhayangkaranews24.id, Kepala Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Ardiyansyah, yang dikenal masyarakat dengan julukan Ki Lurah Meong Si Peci Merah, kembali menyampaikan pesan penuh makna kepada masyarakat di momentum bulan suci Ramadan. Sosok yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan ini mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Ramadan tidak hanya sebagai sarana meningkatkan ibadah, tetapi juga sebagai kesempatan memperkuat perekonomian umat.
Dalam pesannya, Ardiyansyah mengingatkan bahwa waktu terasa berjalan begitu cepat. Tanpa disadari, umat Islam kini telah memasuki hari ke-23 bulan suci Ramadan. Ia berharap momentum tersebut menjadi kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Semoga di hari ke-23 bulan suci Ramadan ini kita semua diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam menjalani berbagai urusan, baik urusan rezeki maupun urusan lainnya,” ujar Ardiyansyah dalam pesannya kepada masyarakat.
Lebih lanjut, ia juga mendoakan agar seluruh masyarakat diberikan umur panjang sehingga dapat kembali bertemu dengan Ramadan di tahun-tahun mendatang. Menurutnya, setiap Ramadan seharusnya menjadikan manusia semakin baik, lebih taat kepada Allah SWT, serta lebih giat dan bersemangat dalam menjalankan ibadah.
Namun demikian, Ardiyansyah menilai ada satu hal penting yang sering luput dari perhatian masyarakat, yakni fenomena meningkatnya aktivitas ekonomi selama Ramadan. Ia menilai bulan suci ini bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga momentum ekonomi bagi masyarakat.
“Pada setiap bulan Ramadan kita dapat melihat peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat. Di pinggir-pinggir jalan banyak warga yang berdagang, berjualan, dan memasarkan produknya. Bahkan di area masjid sering muncul bazar atau pusat kegiatan ekonomi sementara,” ungkapnya.
Menurut Ardiyansyah, fenomena tersebut merupakan hal yang sangat positif dan patut disyukuri. Ramadan secara tidak langsung membuka peluang bagi masyarakat kecil untuk mendapatkan tambahan penghasilan melalui berbagai usaha.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum ganda, yakni memperkuat mental spiritual sekaligus meningkatkan mental ekonomi dan semangat kerja.
“Selain menguatkan mental spiritual, mari kita jadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan mental ekonomi, mental kerja, dan mental usaha. Dengan begitu, kondisi ekonomi masyarakat, khususnya umat Islam di mana pun berada, bisa menjadi lebih baik,” tegasnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi masyarakat Desa Kadu dan sekitarnya agar tetap menjaga keseimbangan antara ibadah dan produktivitas ekonomi. Bagi Ardiyansyah, Ramadan adalah waktu terbaik untuk membangun karakter umat yang kuat secara spiritual sekaligus mandiri secara ekonomi.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang terus ia gaungkan, Ki Lurah Meong Si Peci Merah berharap Ramadan tahun ini dapat menjadi titik kebangkitan moral, spiritual, dan ekonomi bagi masyarakat.
(AM-212)



