JAKARTA – bhayangkaranews24.id,
Sabtu, 8 Agustus 2026
Ketua Umum Bamus Betawi, H. Riano P. Ahmad, mengajak seluruh jajaran pengurus dan masyarakat Betawi untuk memahami posisi strategis masyarakat Betawi di Jakarta serta tidak terlena dengan pesatnya perkembangan Ibu Kota.

Pesan tersebut disampaikan H. Riano P. Ahmad dalam Rapat Pimpinan Bamus Betawi 2026 yang dihadiri jajaran penasihat, pembina, pengurus harian, serta sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur.
Dalam arahannya, H. Riano menilai Jakarta telah berkembang sangat pesat. Kondisi tersebut, menurutnya, harus menjadi momentum bagi masyarakat Betawi untuk bangkit, memperkuat kapasitas diri, serta mengambil peran dalam berbagai sektor pembangunan.
Ia mengingatkan agar masyarakat Betawi tidak hanya menjadi penonton di tanah kelahirannya sendiri.
“Jangan sampai kita berebut tetesan volume, jangan sampai berebut pepesan kosong. Kita harus memahami posisi kita hari ini,” ujar H. Riano dalam arahannya.
Menurutnya, masyarakat Betawi harus segera “bangun dari tidur” dan menyadari bahwa berbagai kawasan strategis di Jakarta memiliki keterkaitan erat dengan sejarah serta ruang hidup masyarakat Betawi.
Perubahan Jakarta yang semakin dinamis, lanjutnya, membuat persaingan semakin terbuka. Masyarakat dari berbagai daerah datang ke Jakarta untuk membangun kehidupan, mengembangkan usaha, meningkatkan pendidikan, serta mengambil peluang di berbagai bidang.
Karena itu, masyarakat Betawi juga harus memiliki semangat dan daya juang yang sama.
“Tidak ada yang akan memberikan begitu saja kepada kita kalau kita tidak berjuang sendiri. Kalau kita tidak berjuang sendiri, tidak akan bisa,” tegasnya.
Perkuat SDM dan Regenerasi
H. Riano juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan regenerasi kepemimpinan Betawi.
Ia meminta organisasi serta masyarakat Betawi tidak hanya berkutat pada kegiatan seremonial, tetapi juga serius mempersiapkan generasi muda agar memiliki ilmu pengetahuan, kompetensi, jaringan, serta kemampuan untuk bersaing.
Kaderisasi, menurutnya, harus dilakukan sejak sekarang. Anak-anak muda Betawi yang memiliki potensi harus diberikan ruang untuk berkembang dan didorong menempati posisi strategis di berbagai bidang.
“Kalau ada anak yang kira-kira pantas menjadi generasi penerus kita, kita dorong. Ketika dia naik ke atas, kita ikuti. Itu lebih baik,” katanya.
Ia menegaskan, kebersamaan sebagai masyarakat Betawi tetap menjadi kekuatan penting. Namun, kebersamaan tersebut tidak boleh membuat masyarakat Betawi menutup diri terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, profesionalisme, teknologi, dan perubahan zaman.
“Makan boleh ngumpul, tetapi ilmu dan kompetensi harus maju,” ujarnya.
Jangan Habiskan Energi untuk Perbedaan
Selain persoalan regenerasi, H. Riano meminta seluruh jajaran organisasi Betawi menjaga persatuan dan tidak menghabiskan energi untuk konflik internal yang tidak produktif.
Ia mengajak seluruh elemen Betawi mengedepankan husnuzan atau prasangka baik dalam membangun hubungan antarsesama organisasi maupun dengan berbagai pihak.
Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan sesuatu yang wajar dalam organisasi. Namun, setiap persoalan sebaiknya dibicarakan secara langsung dan diselesaikan melalui komunikasi serta musyawarah.
Pesan tersebut juga sejalan dengan pandangan Wakil Ketua MKB (Majelis Kaum Betawi), KH. Marullah Matali, yang mengingatkan pentingnya menyelesaikan persoalan internal melalui komunikasi dan musyawarah.
“Kalau ada urusan di antara kita, kita selesaikan di antara kita. Kalau ada yang kurang, ayo kita ngomong. Jangan dibawa ke mana-mana,” tegas KH. Marullah Matali.
Ia menilai persoalan internal organisasi sebaiknya tidak diumbar ke ruang publik karena dapat menghabiskan energi yang seharusnya digunakan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Betawi.
Waspadai Hoaks, Perkuat Komunikasi
Dalam rapat tersebut, jajaran Bamus Betawi juga diingatkan untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama di tengah maraknya hoaks dan informasi yang beredar melalui berbagai platform digital.
Rapat pimpinan dinilai menjadi wadah penting untuk memperkuat komunikasi, bertukar informasi, menyampaikan masukan, sekaligus menyamakan persepsi mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan masyarakat Betawi.
“Pertemuan ini menjadi wadah silaturahmi, bertukar pikiran, menyampaikan informasi maupun hal-hal yang perlu dirumuskan dan disampaikan secara utuh. Zaman sekarang musim hoaks, sehingga informasi harus kita klarifikasi dan komunikasikan bersama,” tutup KH. Marullah Matali.
Rapat pimpinan Bamus Betawi 2026 tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai forum konsolidasi, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas SDM, mempercepat regenerasi, serta mendorong masyarakat Betawi agar mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan Jakarta.
joSSer
KAPERWIL DKI



