Jawa Barat, Sukabumi : bhayangkaranews24.id Wakil pimpinan DPRD kota Sukabumi yang biasa di panggil Kang Dewan Rojab Asy’ari dari PRAKSI PDI-P melaksanakan RESES masa sidang ke ll(dua)di wilayah dapil 2 kampung Saluyu RT 005 RW 07 kelurahan situmekar kecamatan lembursitu kota Sukabumi, Rabu 05 02 2025

Dalam kegiatan tersebut hadir juga masyarakat sekitar tokoh agama,ketua RT/RW dan juga para kader posyandu, dalam kegiatan tersebut beliau menjelaskan harapan dan tujuan di laksanakan nya RESES tersebut tidak lain adalah untuk menyerap aspirasi dari masyarakat di dapil nya

Perbincangan dengan awak media beliau berkomitmen untuk selalu memperjuangkan kepentingan masyarakat,Dan ternyata masih banyak persoalan-persoalan di masyarakat berkaitan hasil dari aspirasi yang saya serap terutama masalah kartu Indonesia pintar (KIP),kartu Indonesia sehat (KIS),Bansos dan kesejahteraan masyarakat

Termasuk yang terkini berkaitan dengan tabung gas 3 kg mulai langka dan di kota Sukabumi Alhamdulillah tidak terjadi separah dikota-kota lain,di kota Sukabumi masih bisa di kaper dan terkendali juga berkaitan dengan program makan bergizi gratis(MBG) dari pusat perlu di sosialisasikan karena memang di lembur situ belum terealisasi kan sampai saat ini, Sedangkan janjinya per 2025 itu semestinya wilayah di kota Sukabumi sudah harus terkaper dan ini menjadi tugas utama pemerintah pusat bahwa program makan bergizi gratis(MBG) ini jangan di parsial kan per kecamatan tapi harus keseluruhan minimal ada prinsip berkeadilan, DPRD kota Sukabumi menjadi garda terdepan untuk mengawal program dari pemerintah pusat karena memang kita menjadi lembaga referensitativ dan kita pun nanti secara berjenjang di sampai baik ke provinsi atau ke DPR-RI, ujarnya.

Selanjutnya Wakil pimpinan DPRD kota Sukabumi Rojab Asy’ari,S.E menyempatkan berkunjung ke tempat pembuangan sampah akhir (TPSA) Cikundul yang memang ada di wilayah dapil 2 lembur situ kelurahan situ mekar dan berbincang dengan operator alat berat mengenai permasalahan yang selama ini mereka rasakan,mesti segera di cari solusi berkaitan dengan lahan karena memang sudah oper kapasitas kedepannya,jadi ini memang mau di regional apa mau di manfaatkan dengan proses kerjasama,jadi minimal harus ada pengurangan sampah yang di buang ke TPSA sini,Dari hulu(sumber sampah) mestinya sudah di pilah(sudah ada penyortiran)konon katanya per hari sampai 200 ton sampah yang dibuang kesini di perkirakan tidak sampai satu tahun saja sampah ini sudah memenuhi wilayah pembuangan yang ada ini salah satu pekerjaan yang berat bagi walikota terpilih untuk segera mencari solusi berkaitan dengan lahan TPSA apa ini masih mau di manfaatkan atau memang mau mengusulkan dengan TPSA regional tapi ini agak susah dan ini sangat mendesak sekali

Mengenai keluhan dari para operator yang katanya solar(BBM)tidak mencukupi itu salah satunya, biar penanganan sampah ini kendaraan-kendaraan berat harus disiapkan termasuk berkaitan dengan BBM untuk operasional kendaraan dan alat berat harus ditopang sebenar benarnya jangan sampai ada kendaraan atau alat berat tidak beroperasi nanti efek nya penumpukan terhadap sampah, mudah mudahan pemanfaatan sampah ini bukan hanya menguntungkan pemulung tapi harus bisa di manfaatkan, dari sampah ini bisa menghasilkan bahan yang lebih berguna misalkan untuk bata,paving blok dan yg lainnya misalkan RDF salah satunya dalam jangka dekat itu bisa bekerja sama dengan pabrik semen SCG memanfaatkan residu nya untuk bahan bakar seperti itu,di akhir pembicaraan nya.
Bhayangkaranews24.id
Kabiro: Doel’s
Wartawan:Ade Ridwan