Beras progam CBP menumpuk di sejumlah kantor di Desa di Lebak belum dibagikan

 

LEBAK, – bhayangkaranews24.id, Sejumlah kepala desa (Kades) di kabupaten Lebak mengaku kebingungan menyalurkan bantuan pangan berupa cadangan beras dari pemerintah kepada keluarga penerima manfaat (KPM).

 

Pasalnya, pihak desa belum menerima informasi soal mekanisme penyaluran beras ke KPM. Akibatnya, saat ini beras menumpuk di kantor desa.

 

Selain menumpuk di sejumlah kantor desa di Kabupaten Lebak, jumlah pagu yang diterima pun tidak sesuai kebutuhan jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) di desa.

 

Hal itu seperti diungkap ketua APDESI Kabupaten Lebak, Usep Pahludin.

 

“Hampir semua desa kurang tidak sesuai jumlah, dari kuota 100 misalkan yang di kirim 80. Ketika kita konfirmasi jawabannya nanti aja entar di kirim lagi, terus kalau lagi di Rangkasbitung ambil aja kekurangannya ke gudang bulog, ngak ngerti saya,?”imbuh ketua Apdesi Kabupaten Lebak ini, Jum’at (9/2/2024).

 

Sementara itu, di Kecamatan Malingping sejumlah desa menolak pengiriman beras dari program CBN karena  pagunya kurang.

 

“Iya saya tolak kerena pagu nya kurang, di desa  Sukaraja 900 lebih KPM yang kurang pokonya Malingping kurang semu8a. Pembagiannya tidak melibatkan desa, juru bayarnya langsung dari PT. Apakah dia mampu untuk manggil per KPM. Masyarakat di desa riweh (riuh) seperti ketika dibagikan kang,”imbuh ketua APDESI Kecamatan Malingping ini. (Red).