TanggerangBhayangkaranews24.id, Pembangunan tower BTS di Desa Pondok Kelor, khususnya di Kampung Dayak Rt03Rw.01 Kecamatan Sepatan Timur, Banten, telah mulai berjalan namun menimbulkan sejumlah persoalan. Proyek ini dijadwalkan berlangsung pada hari (Selasa, 03 September 2024)

Dalam prosesnya, tampak banyak pelanggaran terkait izin yang belum mendapatkan persetujuan sesuai ketentuan. Kasus ini mencolok, mengingat pentingnya kepatuhan pada regulasi yang berlaku.

 

Pelanggaran Izin dan Regulasi,Pembangunan tower ini diduga belum memiliki izin resmi yang sah. Hal ini menciptakan pertanyaan mengenai kepatuhan terhadap UU No. 1 Tahun 1970 dan No. 23 Tahun 1991, serta Peraturan Informatika No. 02/Per/M/Kominfo/03/2008. Selain itu, Badan Koordinasi Penanaman Modal juga memiliki regulasi tersendiri yang seharusnya dipatuhi. Dampak dari pelanggaran ini bisa terasa bagi masyarakat setempat, terutama mengenai lingkungan dan keselamatan.

 

Observasi di lapangan menunjukkan penerapan standar K3 yang tidak konsisten. Beberapa pekerja tampak menggunakan alat pelindung diri, sementara yang lainnya tidak. Hal ini menjadi tanda tanya tentang komitmen dari pelaksana, Lukman, dan pihak lainnya. Kualitas keselamatan kerja seharusnya menjadi prioritas dalam setiap proyek konstruksi.

 

Respons Pihak Terkait

Konfirmasi yang dilakukan media kepada pihak terkait, seperti orang kepercayaan pelaksana dengan inisial BK, sejauh ini belum mendapatkan tanggapan. Ini menimbulkan pertanyaan mengenai itikad baik dari pihak pelaksana dalam menyelesaikan masalah ini. Masyarakat berharap ada langkah konkret dari pemerintah dan stakeholder untuk mengatasi pelanggaran ini.

 

Kurangnya izin dan pelanggaran regulasi dapat berdampak signifikan pada masyarakat setempat. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan aspek lingkungan, tetapi juga dapat mempengaruhi sosio-ekonomi di area tersebut. Masyarakat membutuhkan perlindungan dan kepastian hukum dalam menghadapi proyek semacam ini. Oleh karena itu, transparansi dan respons yang cepat dari pihak berwenang sangat diharapkan untuk menghentikan masalah ini.

 

3do.124