Sukabumi,
Bhayangkaranews24.id17 Juni 2026 | Laporan: Tim Redaksi

Universitas Madani Nusantara (UMN) Sukabumi mengambil peran nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di Kabupaten Sukabumi. Kampus yang dikenal sebagai penggerak pendidikan Islam ini menggelar Workshop Peningkatan Mutu Melalui Pendekatan Hypnoteaching dan Deep Learning untuk guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Kabupaten Sukabumi, bertempat di Kampus UMN Sukabumi, Senin (15/06/2026).
Workshop gelombang pertama berhasil menghadirkan 410 peserta terdiri dari 210 guru PAI dari Dinas Pendidikan dan 200 guru PAI dari Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi. Antusiasme besar ini mencerminkan tingginya kebutuhan guru akan pembaruan metode mengajar yang relevan dengan tantangan pendidikan masa kini.

UMN: Kampus Penggerak yang Turun ke Lapangan
Rektor UMN, Prof. Dr. H. Endin Nasrudin, M.Si, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud konkret komitmen kampus terhadap pengabdian masyarakat. “Kegiatan workshop peningkatan mutu guru PAI ini sebagai komitmen terhadap peningkatan mutu guru dan sebagai bentuk pengabdian masyarakat,” ujarnya.
Rektor UMN menambahkan bahwa pendekatan Hypnoteaching dan Deep Learning yang dipilih bukan sekadar metode baru, melainkan sebuah perpaduan strategis antara teknik komunikasi sugestif dengan pembelajaran mendalam. Tujuannya: menjadikan siswa PAI lebih fokus, termotivasi, dan mudah menyerap nilai-nilai agama serta akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Yang membedakan program UMN dari pelatihan guru biasa adalah komitmen keberlanjutannya. Workshop tidak berhenti di gelombang pertama program ini dirancang hingga gelombang kelima, artinya ribuan guru PAI Sukabumi berpeluang mendapatkan pelatihan yang sama. Ini adalah bukti keseriusan UMN sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan Kementerian Agama dalam pemerataan mutu pembelajaran PAI di sekolah dan madrasah.

Apresiasi Dinas Pendidikan dan Kemenag Kabupaten Sukabumi:
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, H. Dadang Ramdani, M.Si, memberikan apresiasi tinggi. Ia menyebut program ini sebagai terobosan langka: “Baru kali ini ada perguruan tinggi yang peduli terhadap mutu guru PAI diberikan pelatihan tanpa biaya dan berbagai fasilitas lengkap,” ungkapnya. Gratisnya biaya menjadi angin segar bagi para guru, terlebih untuk pelatihan berkualitas tinggi seperti ini.
Senada, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena S.Pd.I.Kp., M.SI.
, menyebut workshop ini sebagai wahana pembinaan yang strategis. Menurutnya, kolaborasi dengan UMN adalah strategi tepat untuk meningkatkan kapasitas dan kualifikasi guru PAI agar pembelajaran menjadi lebih inovatif dan sesuai tuntutan zaman.
“Peningkatan kapasitas guru PAI sangat krusial. Guru bukan hanya transfer ilmu, tapi juga pembentuk karakter. Dengan Hypnoteaching, guru dibekali cara membangun suasana kelas yang positif sehingga nilai spiritual dan sosial siswa tumbuh bersamaan,” tegas Deden.

Dr. Azi Khoirurrahman: Pakar Hypnoteaching yang Menguatkan Kompetensi Guru melalui Ilmu Komunikasi
Tampil sebagai narasumber utama pada sesi pertama workshop, Dr. Azi Khoirurrahman, M.Pd., M.M., M.A.B., M.Psi., CT.NLP, pakar Hypnoteaching sekaligus Direktur Hagia Consulting, menyampaikan materi bertema “Peningkatan Kompetensi Guru PAI melalui Hypnoteaching.” Sebagai International Certified NLP Trainer (NFNLP Florida, USA), Dr. Azi menjelaskan bahwa hypnoteaching merupakan pendekatan pembelajaran yang memadukan prinsip-prinsip ilmu komunikasi, psikologi pendidikan, dan komunikasi bawah sadar (subconscious communication) untuk menciptakan proses belajar yang lebih efektif, bermakna, dan menyenangkan.

Lima Tahapan Proses Hypnoteaching: Sentuh Hatinya, Pahami Dunianya
Dalam pemaparannya, Dr. Azi Khoirurrahman memperkenalkan lima tahapan Hypnoteaching yang dikembangkan dari hasil penelitian doktoralnya sebagai panduan bagi guru untuk membangun komunikasi yang efektif dan menciptakan pembelajaran yang bermakna. Tahapan tersebut meliputi Persiapan, Akrabkan (Rapport), Arahkan (Leading), Sugestikan (Positive Suggestion), dan Contohkan (Modelling/Uswah):
1. Persiapan Guru wajib mempersiapkan diri sebelum masuk kelas: niat tulus, hati bersih, pikiran jernih, motivasi canggih, fisik gigih, dan RPP yang rapi.
2. Akrabkan (Rapport) Membangun kedekatan melalui 8 langkah mudah:Awali dengan senyum-salam-sapa, kenali nama, ramah, Ajak bermain/bercanda, beri perhatian, kenali karakter, aktif mendengar, dan Nyamankan suasana belajar
3. Arahkan Memandu siswa ke tujuan belajar dengan teknik Pacing and Leading (menyelaraskan postur/emosi lalu mengarahkan fokus), serta memahami 4 karakter siswa (koleris, sanguinis, plegmatis, melankolis) dan 3 gaya belajar (visual, auditori, kinestetik).
4. Sugestikan Menggunakan kalimat-kalimat positif untuk memotivasi dan menguatkan rasa percaya diri siswa sehingga mereka yakin mampu belajar dan berubah.
5. Contohkan (Modelling/Uswah) Memberikan keteladanan nyata melalui sikap, ucapan, dan tindakan sehari-hari. Guru yang menjadi teladan adalah guru yang paling kuat pengaruh sugestifnya.

Prinsip yang ditanamkan Dr. Azi kepada seluruh peserta: “Sentuh Hatinya, Pahami Dunianya, Bimbing Akhlak dan Ilmunya.” Sebuah filosofi yang menegaskan bahwa guru PAI sejati bukan sekadar pengajar melainkan pembimbing jiwa generasi muda.

Tiga Pilar Materi: Sinergi Menuju Pembelajaran Inovatif
Setelah sesi Dr. Azi yang membuka dengan kuat, workshop dilanjutkan dengan dua sesi pelengkap. Sesi kedua dibawakan oleh Dr. Hj. Wiwin Winarni, M.M.Pd yang mengupas materi Deep Learning (Pembelajaran Mendalam). Dr. Wiwin menekankan pentingnya guru bergeser dari sekadar transfer pengetahuan menuju proses belajar yang bermakna yang memicu siswa berpikir kritis, kreatif, solutif, dan reflektif terhadap permasalahan nyata.
Sesi ketiga ditutup oleh Dr. Ir. Dana Budiman, M.Si yang memaparkan urgensi Komunikasi Efektif bagi guru. Kemampuan menyampaikan pesan dengan jelas, mendengar secara aktif, memberikan umpan balik konstruktif, serta membangun komunikasi empatik adalah kompetensi mutlak demi terciptanya kelas yang partisipatif dan kondusif.
Kombinasi ketiganya Hypnoteaching, Deep Learning, dan Komunikasi Efektif menjadikan workshop ini sebagai paket transformasi guru PAI yang komprehensif. Para peserta tidak sekadar membawa pulang teori, melainkan kesiapan mental dan taktis untuk langsung diterapkan di ruang kelas mereka masing-masing.

Dari Sukabumi untuk Indonesia: Gerakan Mutu Guru PAI
Workshop Hypnoteaching dan Deep Learning yang diinisiasi UMN Sukabumi ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah gerakan nyata: kampus turun ke lapangan, bertemu langsung dengan kebutuhan guru di daerah, dan menghadirkan solusi ilmiah yang terukur.
Dengan lima gelombang pelatihan yang dirancang bertahap dan terukur, UMN membuktikan diri bukan sekadar lembaga pendidikan tinggi melainkan mitra strategis pemerintah dan Kemenag dalam melahirkan guru PAI yang bermutu, kreatif, dan mampu mencetak generasi berakhlak mulia.

joSSer ( RH 238 )
KAPERWIL DKI