PALI, Sumatera Selatanbhayangkaranews24.id, Tiga tahun berlalu sejak Robi Oktavian, seorang mahasiswa semester akhir Universitas Muhammadiyah, ditemukan tewas di kebun karet di Desa Raja Barat, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), namun hingga kini kasus tersebut belum menemui titik terang. Kematian misterius ini terus menjadi sorotan masyarakat yang mempertanyakan kinerja aparat penegak hukum. (11/12)

 

Menurut Ali Syarif, ayah almarhum, berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak keluarga untuk mendorong pengungkapan kasus ini. Namun, hingga saat ini, belum ada perkembangan signifikan. “Sudah tiga tahun, kasus ini belum juga terungkap. Entah apa yang membuat pihak kepolisian kesulitan,” ujar Ali dengan nada penuh harap.

 

Kronologi Kejadian

Kejadian ini bermula pada malam 13 Desember 2021. Robi, yang baru saja pulang dari Palembang, menerima undangan dari seorang temannya berinisial K untuk menghadiri acara ulang tahun. Sekitar pukul 19.20 WIB, Robi pamit kepada keluarganya. Kontak terakhir dengan sang ayah terjadi pada pukul 21.43 WIB, di mana Ali meminta Robi untuk menanyakan token listrik kepada temannya. Namun, esok harinya, keluarga dikejutkan dengan kabar tragis: Robi ditemukan tak bernyawa di kebun karet.

 

Ali Syarif mendesak agar polisi lebih serius dalam memeriksa saksi-saksi dan barang bukti. “Apakah tidak ditemukan sidik jari atau petunjuk lainnya di tempat kejadian perkara? Bagaimana dengan hasil analisis rekaman CCTV di sekitar lokasi? Lalu, pemeriksaan komunikasi digital para saksi juga harus menjadi perhatian,” tegasnya.

 

Penanganan Kasus yang Mandek

Sejauh ini, Polres PALI telah memeriksa 10 saksi dan mengeluarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Pemeriksaan (SP2HP). Namun, dokumen tertanggal 13 Januari 2023 hanya mencantumkan langkah-langkah pemeriksaan tanpa ada perkembangan konkret dalam pengungkapan motif atau pelaku.

 

Ali Syarif menyampaikan bahwa keluarga telah menempuh berbagai cara untuk mencari keadilan, termasuk mengirim surat terbuka kepada Presiden RI. “Banyak pihak sudah mendukung kami. Tapi, kami hanya bisa berserah kepada Allah SWT sembari berharap kasus ini dapat segera diselesaikan,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

 

Harapan Akan Keadilan

Keluarga besar Robi berharap aparat kepolisian segera mengungkap motif dan pelaku di balik kematian mahasiswa berprestasi ini. “Kami hanya ingin keadilan ditegakkan. Jangan sampai kasus ini menguap begitu saja,” ujar Ali dengan tegas.

 

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses penegakan hukum, terutama dalam menangani kasus yang menjadi perhatian publik. Masyarakat PALI pun terus mendesak agar keadilan bagi Robi segera ditegakkan.

 

Red. (AM-212)