Pasuruan, Bhayangkaranews24.id- – WAKJOLMAS Satlantas Pasuruan perkuat respon cepat lalu lintas, dan juga meluncurkan inovasi bertajuk Warung Ojol Kamtibmas (WAKJOLMAS) untuk meningkatkan respons cepat terhadap gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukumnya. Program ini mengedepankan kolaborasi strategis antara kepolisian dan pengemudi ojek online (ojol) sebagai mitra informasi di lapangan, Rabu (11/02/2026).
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasuruan merancang WAKJOLMAS sebagai wadah komunikasi dua arah yang lebih efektif. Melalui inovasi ini, petugas mengoptimalkan peran ojol yang memiliki mobilitas tinggi untuk mempercepat pelaporan insiden seperti kecelakaan lalu lintas, kemacetan, hingga gangguan lain di jalan raya.
Kasat Lantas Polres Pasuruan, AKP Derie Fradesca, menggagas langsung program tersebut. Ia menegaskan bahwa Satlantas membutuhkan dukungan elemen masyarakat untuk memperkuat sistem deteksi dini di lapangan.
Kolaborasi Polisi dan Ojol
AKP Derie Fradesca menjelaskan bahwa WAKJOLMAS bertujuan membangun kebersamaan antara Polri dan komunitas ojol. Menurutnya, para pengemudi ojol dapat berperan sebagai “mata dan telinga” kepolisian karena mereka aktif beraktivitas hampir sepanjang hari di jalan raya.
“Melalui WAKJOLMAS, kami membangun komunikasi dua arah yang lebih intensif dengan rekan-rekan ojol. Informasi akurat terkait kecelakaan, pohon tumbang, hingga titik kemacetan sangat kami butuhkan agar penanganan berlangsung cepat dan tepat,” ujar AKP Derie.
Ia menambahkan, kecepatan informasi sangat menentukan efektivitas respons petugas di lapangan. Dengan laporan real-time dari ojol, Satlantas dapat mengerahkan personel lebih cepat ke lokasi kejadian dan meminimalkan dampak yang lebih luas bagi pengguna jalan.
Pos Informasi di Simpang Kancilmas
Kanit Kamsel Satlantas Polres Pasuruan, Aipda Arifian Miftahul Firdaus, mengimplementasikan program ini di lapangan. Pada tahap awal, Satlantas merilis warung pertama yang menjadi markas WAKJOLMAS di lokasi strategis dekat Simpang 4 Kancilmas, Bangil.
Petugas memilih lokasi tersebut karena memiliki arus lalu lintas yang cukup padat dan menjadi titik pertemuan berbagai jalur kendaraan. Warung ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat istirahat ojol, tetapi juga sebagai pos informasi bersama antara polisi dan komunitas pengemudi.
Di lokasi tersebut, anggota Satlantas dan para ojol dapat berdiskusi secara langsung mengenai kondisi lalu lintas terkini, potensi gangguan keamanan, hingga langkah antisipasi bersama. Pendekatan ini memperkuat hubungan kemitraan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelayanan kepolisian.
Dampak bagi Pengguna Jalan
Satlantas Polres Pasuruan menargetkan WAKJOLMAS mampu memangkas waktu respons terhadap insiden di jalan raya. Program ini juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas.
Inovasi WAKJOLMAS diharapkan memberi dampak nyata bagi pengguna jalan melalui penanganan insiden yang lebih cepat, informasi yang lebih akurat, serta koordinasi yang lebih solid. AKP Derie menegaskan bahwa Satlantas akan terus mengevaluasi dan mengembangkan program ini agar menjangkau lebih banyak titik strategis di wilayah Pasuruan.
“Sinergi ini kami bangun untuk kepentingan masyarakat luas. Semakin cepat informasi kami terima, semakin cepat pula kami bertindak,” tegasnya.
Dengan kolaborasi yang terstruktur dan komunikasi yang terbuka, Satlantas Polres Pasuruan optimistis WAKJOLMAS dapat menjadi model inovasi pelayanan publik berbasis kemitraan masyarakat. (H)



