GOWA BHAYANGKARANEWS ID. –-Beberapa hari terakhir, warga Kabupaten Gowa khususnya di kecamatan Bontonompo kelurahan Tamallaeng merasakan kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg. Akibat kelangkaan Gas Elpiji 3 kg ini,harganya pun melambung tinggi.
Dari pantauan Media Bhayangkaranews id. Jumat 15/9/2023, harga tabung Elpiji 3 kg di tingkat pengecer di jual bervariasi antara Rp. 25 ribuh hingga Rp.30 ribu pertabung bahkan adapun pankalan yang di duga menjual sampai harga 20 ribuh
Mansyur (50) salah seorang warga kecamatan Bontonompo kepada Media Bhayangkarannews. mengungkapkan kelangkaan tabung Gas Elpiji 3 Kg di kecamatan Bontonompo
“Tabung gas 3 kg susah kita dapatkan sekarang,kalaupun dapat harganya mahal sekali. Kemarin, saya beli gas harga mencapai Rp 25 ribu rupiah, padahal sebelumnya harganya cuma Rp.19 ribu.sampai 20 ribuh
Mansyur mengharapkan agar pemerintah turun tangan mengatasi kelangkaan dan tingginya harga tabung gas di Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa.
Sementara,Asriady Arasy dg Sijarra yang adalah salah seorang Mantang anggota DPRD Kabupaten Gowa yang juga merasakan nampaknya mengatakan terkait kelangkaan gas Elpiji 3 kg, menduga kelangkaan Gas Elpiji 3 kg ini dipicu meningkatnya pemakaian Gas Elpiji 3 kg ini di tengah masyarakat.
” Kouta Gas Elpiji 3 Kg untuk Kabupaten Gowa Khususnua di kecamatan Bontonompo sebenarnya tetap, cuma ada indikasi Gas Elpiji 3 Kg ini tidak lagi terbatas dipergunakan untuk konsumsi rumah tangga, tetapi juga digunakan para petani yang menggunakan pompa untuk mengairi sawah tidak lagi menggunakan BBM tetapi beralih menggunakan Gas Elpiji dengan alasan lebih irit, sehingga pemakaian Gas Elpiji ini meningkat drastis beberapa hari terakhir ini”urainya
“Tambahnya kami juga sebagai masyarakat berharap kepada pihat pankalan agar dapat menjual gas 3 kg sesuai aturan yang berlaku dan dapat membatasi pihat pengecer dan mengutamakan pihat masyarakat khususnya rumah tangga dan petani agar harga menbeli gas 3 kg muda di dapat kan dan harga dapat di jankau di wilayah masing masing bukan menjual dengan harga yang tinggi keluar wilayah” tutup nya ( Saparuddin Rapi)



