Pasuruan – bhayangkaranews24.id
Desa Baujeng,Desa Ngembe dan Desa Kenep Sempat terjadi pertemuan antara warga dengan pihak muspika dan instansi terkait pada Rabu (31/7/2024) malam. Namun masih menemui jalan buntu.dan warga akan mengadakan demo besar besaran dan menutup akses jalan.bertempat di balai desa Baujeng kecanatan beji pasuruan.
Puluhan warga Desa Baujeng, Kecamatan Beji memprotes pencemaran limbah yang diduga sengaja dibuang ke sungai di desanya.
Warga tersebut geram lantaran air sungai yang selama ini menjadi sumber pengairan sawah. Saking kesalnya, Kamis (1/8/2024) pagi ini mereka berencana akan berunjuk rasa.
Kepala Desa Baujeng H.A.Sobik saat dikonfirmasi awak media BN24 – JATIM mengatakan bahwa warga sangat kecewa dengan perusahaan nakal yang dengan sengaja kembali membuang air limbah ke sungai di desanya.
” Intinya Warga Kami mau minta itu kali atau sungai bersih seperti semula.”
Tidak minta ganti rugi tidak minta apa apa dan tudak minta CSR tidak minta itu. Yang penting air itu bersih dan biar sumur warga tidak tercemari satu karena pemerintah segala sekarang menggalang kesehatan terkaitnya dengan stunting.
Dan ODF jambanisasi, tapi keluarga kami desa kami tercemari dengan limbah berpuluh puluh tahun. Kami sangat resah dan baru dan warga kami banyak yang sakit. Intinya itu saja dari kami.
Salah satu warga yang terdampak pencemaran limbah mengatakan Sebelumnya sejumlah truk tangki terlihat menyiram air sungai yang keruh di desa setempat.
“Kalau yang benar, air sungai diambil masuk ke tangki, kalau sekarang air tangki dimasukkan ke sungai, “ujarnya.
Hari ini ratusan warga dari Desa Baujeng, Desa Ngembe, dan Desa Kenep akan melakukan demo menuntut para perusahaan menutup pembuangan limbah, serta meminta pihak pemerintah agar mengambil tindakan tegas,” pungkasnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Taufiqul Ghoni menjanjikan akan memanggil perusahaan yang tercantum dalam tuduhan warga. Ghoni memastikan akan menggelar mediasi antara perwakilan perusahaan dengan warga.
“Besok (2/8/2024) akan kami panggil. Kami berharap melalui pertemuan ini dapat ditemukan solusi terbaik untuk mengatasi masalah pencemaran sungai ini,” tukas Ghoni.( HBN24 – jatim )



