Medan, bhayangkaranews24, Sepintas terlihat biasa saja, adanya bengkel sepeda motor yang berada tepat di bawah jembatan tol jalan Pancing 1 lingkungan 4 Kelurahan Besar, ternyata pemiliknya adalah para pelajar SMK Harapan Al-washliyah 30 kelas 3 Teknik Sepeda Motor yaitu Tengku Zaki Abdi sebagai pelopor dan kawan kawannya, Fikri, Hamzah, Ikhsan juga Aziz.

Berbekal biaya pas pasan, mereka nekat membeli kunci kunci serta alat untuk kebutuhan bengkelnya. Hasil pantauan awak media, Jumat (07/10/2023), bengkel yang mereka buka sekira dua bulan yang lalu bermodalkan 5 juta itupun subsidi dari orang tua mereka serta mendapat dukungan dari guru nya dimana mereka belajar. Saat ini selain alat alat bengkel, juga sudah tersedia Oli dan beberapa Spears part dari hasil honor perbaikan motor konsumennya. Rata rata perhari konsumen yang memperbaiki sepeda motor sekira 5 sampai 8 dengan kerusakan yang berbeda beda.

“Harapan kami adalah adanya bapak angkat, karena kami ingin bengkel ini besar lagi dan dapat menampung anak anak muda nantinya untuk belajar disini” ,jelas Zaki penuh harapan.

Saat ini bengkel pelajar tersebut adalah binaan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Besar. LPM juga nantinya akan menggandeng pihak pemerintahan untuk dapat mengembangkan minat dan bakat anak anak muda dengan cara pelatihan dan pendidikan mekanik.

“Kita akan bermohon kepada Dinas Pemuda dan Olahraga dengan cara membuat program kerja untuk dapat membuat pelatihan bagi anak anak muda ini serta mencari solusi supaya mereka nantinya mendapat tempat bengkel yang lebih baik lagi” ,terang Ridwan Mayan selaku ketua LPM Kelurahan Besar (BS-red)