Sukabumi, Jawa Barat: Bhayangkaranews24.id Masih menyikapi mengenai permasalahan sampah yang ada di kota Sukabumi yang TPSA nya berada di Dapil 2 kecamatan lembursitu yang sekaligus manjadi tempat yang menjadi perhatian khusus wakil pimpinan DPRD kota Sukabumi Rojab Asy’ari di tempat yang berbeda setelah di konfirmasi lewat WhatsApp oleh awak media beliau mengatakan kaitan dengan TPSA Cikundul tersebut
1.Semestinya menjadi tugas pertama walikota dan wakil walikota terpilih setelah di Lantik nanti,bukan hanya fokus kepada peningkatan PAD.sebab urusan TPSA ini akan menjadi bom waktu manakala tumpukan sampah tidak bisa teratasi
2.Usia TPSA Cikundul sudah puluhan tahun beroperasi sudah over kapasitas sementara lahan perluasan tidak tersedia
3.Perlu dan pentingnya peremajaan alat berat dan kendaraan pengangkut termasuk operasional BBM harus di perhatikan,jika tidak di alokasikan akan berdampak terhadap lingkungan

Sebelum pemberitaan mengenai tumpukan dan pengelolaan sampah yang berada di TPSA Cikundul ini sudah pernah di bahas di media-media ,ini kutipan nya “ pimpinan DPRD kota Sukabumi Rojab Asy’ari,S.E menyempatkan berkunjung ke tempat pembuangan sampah akhir (TPSA) Cikundul yang memang ada di wilayah dapil 2 lembur situ kelurahan situ mekar dan berbincang dengan operator alat berat mengenai permasalahan yang selama ini mereka rasakan,mesti segera di cari solusi berkaitan dengan lahan karena memang sudah oper kapasitas kedepannya,jadi ini memang mau di regional apa mau di manfaatkan dengan proses kerjasama,jadi minimal harus ada pengurangan sampah yang di buang ke TPSA sini,Dari hulu(sumber sampah) mestinya sudah di pilah(sudah ada penyortiran)konon katanya per hari sampai 200 ton sampah yang dibuang kesini di perkirakan tidak sampai satu tahun saja sampah ini sudah memenuhi wilayah pembuangan yang ada ini salah satu pekerjaan yang berat bagi walikota terpilih untuk segera mencari solusi berkaitan dengan lahan TPSA apa ini masih mau di manfaatkan atau memang mau mengusulkan dengan TPSA regional tapi ini agak susah dan ini sangat mendesak sekali

Mengenai keluhan dari para operator yang katanya solar(BBM)tidak mencukupi itu salah satunya, biar penanganan sampah ini kendaraan-kendaraan berat harus disiapkan termasuk berkaitan dengan BBM untuk operasional kendaraan dan alat berat harus ditopang sebenar benarnya jangan sampai ada kendaraan atau alat berat tidak beroperasi nanti efek nya penumpukan terhadap sampah, mudah mudahan pemanfaatan sampah ini bukan hanya menguntungkan pemulung tapi harus bisa di manfaatkan, dari sampah ini bisa menghasilkan bahan yang lebih berguna misalkan untuk bata,paving blok dan yg lainnya misalkan RDF salah satunya dalam jangka dekat itu bisa bekerja sama dengan pabrik semen SCG memanfaatkan residu nya untuk bahan bakar seperti itu,di akhir pembicaraan nya.”

bhayangkaranews24.id
Kabiro: Doel’s
Wartawan:Ade Ridwan