HAMPARAN PERAK//

Bhayangkaranews24.id- Bertempat Aula Desa Tandem Hilir II Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang ramai di ikuti warga untuk membahas keberatan limbah pemotongan bebek yang sudah berjalan kurang lebih empat ( 4) tahun. Musyawarah yang mencapai kesepakatan antara warga dan pelaku usaha pemotongan bebek dilokasi tempat tinggal budianto. Musyawarah yang di laksanakan dan diketahui langsung Kepala Desa M. Efendi Kudadiri, Babinsa Sertu Abdul Rozak, Serka Suriono Bibankantibmas Iptu Bambang Hermanto, Kepala Dusun Kampung lama I dan II, kepala dusun lainya, Serta pelaku usaha budianto juga warga masyarakat yang merasa keberatan. Rabu 30 Oktober 2024

Kepada awak midia kepala desa M.efendi kudadiri mengatakan” Berita acara musyawarah ini untuk mendapatkan jalan terbaik yaitu kesepakatan bersama secara kekeluargaan antara kedua belah pihak. tertulis surat berita acara yang di tandatangani dari perwakilan warga dusun I dan II atas nama andre syahputra serta budianto selaku pengusaha pemotongan bebek. Dan terkait kedatangan langsung tim Satpol PP kelokasi pemotongan bebek itu kami tidak mengetahui dan tidak mendapatkan surat pembeitahuan resmi” Ujarnya

Babinsa dan Bibankantibmas desa tandem hiril II melalui sertu abdul rozak mengatakan ” kami pun langsung gerak cepat menanggapi keluhan warga Dusun I dan Dusun II secara intens untuk mengumpulkan warga, agar segala aspirasinya tersampaikan yang dimediasikan di aula balai desa tandem hiril II ini, dan memfasilitasi tempat berkumpulnya warga.” Ungkapnya

Selaku usaha pemotongan bebek budianto mengatakan ” saya akan mengikuti kemauan bersama warga tentang isi yang tertulis di surat berita acara musyawarah keberatan tapi saya perlu waktu juga. karna usaha saya ini musiman ada pasukan bahan bisa dikerjakan bersama anggota, warga sini juga bang. Dan tim Satpol PP Deli Serdang datang, ketepatan pula tidak ada bahan yang akan di kerjakan. Karna lokasi ini bukan perternakan yang selalu ada bahannya. Juga sekalian tempat tinggal ya di bersih-bersihkan kalau sudah tidak ada pekerjaannya.

Ditambahkan lagi “yang setiap perdua hari sampai 700 ekor pun tidak benar itu. karna untuk mencari bahannya perlu waktu juga dan bukan gampang itu bisa mendapakan angka seperti itu. Saya pun berdoa kalau bisa tembus angka segitu setiap 2 hari saya senang. Saya pun berharap semoga usaha ini bisa lancar dan bisa mempekerjakan banyak orang khususnya warga setempat yang mau bekerja agar ekonoinya bisa berjalan dengan baik” ungkapnya (n4g)