BANTEN – Bhayangkaranews24.id, dalam menulis berita, alangkah baiknya selalu melibatkan kata “Di Duga”, Kenapa ? “Karena dugaan merupakan Asumsi belaka, namun pada biasanya, seseorang tidak akan menduga-duga jika tidak disertai alat bukti dan beberapa saksi, jadi dugaan itu sangat dekat dengan kebenaran walaupun bukan berarti benar, karena bisa saja dugaan itu meleset dan ternyata salah. (Kemiri Tangerang 26 April 2024)
Seperti berita yang di rilis oleh rekan kami dari media ini (25/04), dengan judul “Bantuan CSR untuk sekolah swasta, di duga di selewengkan kepsek mutiara bangsa”.
Dari rillisannya itu ada 2 hal yang disampaikan ke publik, yaitu :
1. penundaan material pembangunan berupa 1000 sak semen untuk asrama pondok pesantren dalam naungan sekolah, yang di titipkan di kantor kecamatan.
“Coba amati, apakah ini di benarkan ?! “Fasilitas untuk PNS, stap Kecamatan, tempat layanan publik, digunakan untuk kepentingan pribadi (ponpes), bagaimana jika ponpes lain ikut menitip semen 1000 sak dikali 100 ponpes di kantor kecamatan?!
2. Saat rekan kami meminta izin ke pihak sekolah atau pimpinan ponpes tersebut untuk melakukan konfirmasi, dan jawabannya adalah “apa yang mau dikonfirmasi pak, semen untuk pembangunan asrama ponpes? “, dari jawaban singkat seorang pimpinan ponpes penerima bantuan CSR berupa 1000 sak semen terhadap rekan kami Awak media ini, “seorang awak media ketika bertugas dilapangan, pasti berprilaku seperti rekan kami, yaitu bermaksud menggali informasi, namun setelah jawaban yang tidak pasti, maka rekan kami membuat rilis dengan judul “diduga”, dan sekali lagi, “dugaan itu bisa benar, dan bisa juga salah”. Tidak ada sangkut paut niat menjatuhkan siapapun dari pihak manapun.
“Setelah rilisan rekan kami tayang di media online bhayangkaranews24.id, dan juga media mataelang24.com, kemudian munculah hak jawab dari terduga pimpinan ponpes tersebut ke beberapa media online suruhannya dengan mengatakan, “berita yang di tayangkan rekan kami adalah hoax alias bohong”.
“Perlu di akui bahwa Ustadz yang satu ini adalah manusia yang super sibuk, namun seyogyanya beliau bisa menghargai profesi seorang jurnalis yang sedang mencari kebenaran, dengan memberi sedikit waktu luang untuk memberikan penjelasan dengan tepat dan akurat.
Menurut hemat awak media ini, Ustadz ini memang diduga sudah salah disaat menggunakan fasilitas kantor kecamatan untuk kepentingan ponpes pribadinya, fasilitas kantor kecamatan itu bukan untuk pribadi, lihat video dibawah ini sebagai bukti penyalah gunaan fasilitas kantor kecamatan.
(AM-212)



