Kemiri Tangerangbhayangkaranews24.id, Rapat koordinasi persiapan HUT RI ke-80 di Kecamatan Kemiri memicu kritik keras. Dari tujuh kepala desa, hanya Kepala Desa Klebet yang hadir langsung. Enam lainnya absen tanpa penjelasan memadai, menimbulkan kesan meremehkan agenda kenegaraan.

 

Ketidakhadiran ini menuai sorotan publik. Meski tak ada aturan hukum yang mewajibkan hadir, masyarakat menilai para kepala desa lalai menjalankan fungsi kepemimpinan dan tanggung jawab moral.

 

Lebih tajam lagi, sejumlah pihak menilai Camat Kemiri diduga lemah dalam pembinaan dan pengawasan, membiarkan rendahnya disiplin koordinasi antar-pemerintah desa.

 

Tak hanya aparatur desa, organisasi kepemudaan seperti KNPI, Karang Taruna, dan KONI, juga mangkir dari undangan resmi kecamatan. padahal merekalah yang rutin menerima dukungan anggaran baik dari APBN atau APBD serta dana hibah lainnya (CSR) untuk biaya pembinaan terhadap masyarakat, khususnya para Anggota organisasi kepemudaan (OKP) Se-kecamatan Kemiri.

 

Seorang ketua ormas lokal menyebut ketidakhadiran mereka “sangat memalukan” dan meminta kecamatan bertindak lebih tegas demi menjaga wibawa pemerintah dan suksesnya peringatan hari besar nasional.

 

 

(AM-212)