Banten – bhayangkaranews24.id, memasuki pertengahan bulan Maret 2024 ini, bertepatan dengan awal-awal bulan suci Ramadhan 1445 Hijriyah, di sebagian besar wilayah Indonesia, khususnya wilayah Indonesia barat, kini sedang diguyur musim penghujan. Sabtu (16/03/24)

Seperti yang terjadi di sebagian besar wilayah provinsi Banten, yang kini sedang di anugerahi air hujan yang merupakan suatu Rahmat dimana air hujan itu diturunkan. Adapun yang sering terjadi kebanjiran dan berbagai hal nahas lainnya karena air hujan, maka itu disebabkan oleh ulah manusianya sendiri yang mungkin kekurangan dalam hal penataan ruang atau lainnya diwilayah masing-masing.

Namun disini awak media ini tidak akan membahas lebih dalam terkait dampak yang terjadi di sebagian daerah, justru awak media ini akan berbagi tentang hal positif yang bisa didapat dari sebab adanya turun hujan. Yakni tentang sikap Rosulullah SAW ketika melihat turun hujan sebagai suri tauladan kita Selaku Umat-Nya, dan ini adalah hikmah yang luar biasa yang bisa kita petik, bahkan bisa kita evaluasi manfaat nya dari terjemahan Do’a dari Nabi Muhammad SAW ketika melihat turun hujan.

Berikut kalimat arabnya yang ditukil dari beberapa media lain.
دعاء المطر ..
ورد فيه الكثير من الأحاديث النبوية، التي يبحث عنها المسلمون في وقت تساقط الأمطار، من بينها ما روته السيدة عائشة رضى الله عنها، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم، كان إذا رأى المطر يقول: “اَللّٰهُمَّ صَيِّبًا نَّافِعًا
Doa ketika hujan..
Banyak memuat hadits-hadits Nabi yang dibahas umat islam pada saat turun hujan, diantaranya yang diriwayatkan oleh Sayyidah ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Rasulullah SAW akan berkata ketika dia melihat hujan: “Ya Allah, berilah kami hujan yang bermanfaat.”

أدعية المطر
دعاء المطر .. كما ورد عدد من الأدعية “اَللّٰهُمَّ اسْقِنَا غَيْثاً مُّغِيْثاً مَّرِٓيْئاً نَّافِعاً غَيْرَ ضَٓارٍّ، اَللّٰهُمَّ أَنْتَ اللّٰهُ لَٓا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ الْغَنِىُّ وَنَحْنُ الْفُقَرَٓاءُ، أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ، وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ لَنَا قُوَّةً وَّبَلَاغاً إِلٰى حِيْنٍ،اَللّٰهُمَّ إِنِّىْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا، وَخَيْرَ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ، ‏وَأَعُوْذُ‎ ‎بِكَ مِنْ شَرِّهَا، وَشَرِّ مَا فِيْهَا، وَشَرِّ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ ،اَللّٰهُمَّ لَا تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ، وَلَا تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ، وَعَافِنَا قَبْلَ ذٰلِكَ، سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَٓائِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ”
Doa-doa ketika hujan
Doa ketika turun hujan.. sebagaimana disebutkan dalam sejumlah permohonan: “Ya Allah, berilah kami hujan, menenangkan, menyejukkan, menyegarkan, bermanfaat, tidak merugikan. Ya Allah , Engkaulah Tuhan, tidak ada Tuhan selain Engkau yang maha kaya, dan kami yang miskin, turunkanlah kepada kami hujan yang menenangkan, dan jadikanlah apa yang telah Engkau turunkan untuk kami kekuatan dan penyampaian kami saat ini, ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikannya, kebaikan apa yang ada di dalamnya, dan kebaikan apa yang dikirimkannya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya, keburukan apa yang ada di dalamnya, dan keburukan apa yang dikirimkannya. Ya Allah, jangan bunuh kami dengan amarah-Mu, dan jangan hancurkan kami dengan siksaan-Mu, dan sembuhkan kami sebelum itu. Maha Suci dzat yang memuji guntur dengan memuji-Nya. Dan para malaikat takut pada-Nya.”

Dari Do’a Rosulullah SAW yang di riwayatkan oleh Sayyidah ‘Aisyah Rodhiyallahu ‘,anha, bahwa Rosulullah SAW ketika melihat hujan , langsung memanjatkan Do’a “اَللّٰهُمَّ صَيِّبًا نَّافِعًا ” yang artinya, Ya Allah aku memohon hujan yang bermanfa’at.

Adapun Hujan adalah proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi butir air yang cukup berat untuk jatuh hingga tiba di daratan. Dalam Islam jika ditelaah lebih jauh, hujan merupakan karunia dan hikmah luar biasa dari Allah SWT.

Dari air hujan, bisa menghidupkan tanah yang gersang sehingga menghidupkan tumbuh-tumbuhan yang hijau, darinya banyak buah-buahan yang bisa diambil manfaat sebagai kebutuhan manusia. Berapa banyak kehidupan yang bisa berlangsung oleh karena turunnya air hujan yang Allah anugerahkan.

Dalam riwayat lain diceritakan bahwa Rosulullah SAW sangat khawatir disaat melihat awan yang mendung, sebab umat terdahulu pernah menyangka bahwa awan yang mendung itu hanyalah pertanda turun hujan, namun faktanya beserta awan mendung tersebut, ada adzab Allah SWT dizaman umat terdahulu, jauh sebelum adanya umat Rosulullah SAW, itulah sebabnya Rosulullah SAW selalu merasa khawatir ketika melihat awan yang mendung. Maka beliau berdo’a sebagaimana Do’a yang tertulis dalam artikel ini setelah do’a dibarisan pertama .

(AM-212)