Pasuruan,Bhayangkaranews24.id – Idul Adha 1447 H tahun ini kembali menguji kepekaan. Di tengah riuh takbir, Wakil Ketua Umum DPP PKB sekaligus Wakil Menteri Perindustrian, H. Faisol Riza, memilih turun lewat aksi. 20 ekor sapi qurban ia salurkan untuk warga Kabupaten Pasuruan. Bukan lewat seremonial megah, tapi lewat DPC PKB Pasuruan agar distribusi sampai ke akar rumput.
Bagi Faisol Riza, kursi kekuasaan adalah amanah. Dan amanah itu ia artikan sederhana: hadir saat rakyat butuh, berbagi saat orang lain merayakan.
“Qurban bukan hanya soal menyembelih hewan. Ini soal menyembelih ego. Soal memastikan tetangga kita yang dapurnya sering kosong, ikut merasakan nikmatnya daging di hari raya,” ujar Faisol Riza.
20 ekor sapi itu kini bergerak dari kandang ke meja warga. Lewat komando DPC PKB Kabupaten Pasuruan, distribusinya dirancang merata: pondok pesantren, lembaga keagamaan, majelis taklim, kelompok warga prasejahtera, hingga pelosok desa yang jarang disentuh bantuan.
Sekretaris DPC PKB Pasuruan sekaligus Ketua DPRD Pasuruan, Samsul Hidayat, menuturkan rasa terima kasihnya Minggu, 31/05/2026.
“Atas nama keluarga besar PKB dan masyarakat Pasuruan, kami haturkan terima kasih sedalam-dalamnya ke Bapak H. Faisol Riza. 20 sapi ini bukan sekadar angka. Ini bukti bahwa kepedulian beliau tidak pernah putus, meski jabatan sudah sampai Jakarta,” kata Samsul, yang akrab disapa Lek Sul.
Lek Sul menegaskan, PKB Pasuruan akan mengawal ketat proses distribusi. “Transparan dan tepat sasaran. Kami catat, kami awasi, kami pastikan dagingnya sampai ke yang paling berhak.”
Di Pasuruan, Idul Adha selalu punya makna ganda. Ia ibadah, tapi juga ruang sosial. Saat harga kebutuhan pokok naik dan daya beli melemah, daging qurban jadi penyeimbang. Ia mengingatkan: kebahagiaan paling nikmat adalah kebahagiaan yang dibagi.
Aksi Faisol Riza menegaskan garis politiknya yang konsisten. Dari Wakil Ketua Umum PKB, ke Wakil Menteri Perindustrian, napasnya tetap sama: berpihak pada rakyat kecil. Politik baginya bukan panggung, tapi dapur—tempat menyiapkan hidangan untuk semua.
“Semoga qurban ini diterima Allah SWT. Semoga jadi berkah untuk beliau, untuk kami di PKB Pasuruan, dan terutama untuk warga yang menerima. Mari jadikan Idul Adha ini momentum memperkuat keikhlasan, gotong royong, dan kepedulian. Karena Pasuruan yang maju lahir dari warga yang saling menjaga,” tutup Lek Sul.
20 sapi. Ratusan kilogram daging. Ribuan senyum. Itulah cara Faisol Riza menafsirkan “wakil rakyat”: bukan hanya bersuara di Senayan, tapi juga memastikan rakyatnya kenyang di Pasuruan.(HR)



