Jakarta – Bhayangkaranews24.id, Dalam semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap warisan leluhur, tokoh nasional sekaligus Ketua Umum Garda Walisongo, Kyai HM. Rd. Abdurrozaq L. Muftiy, melakukan silaturahmi strategis dengan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut menjadi simbol sinergitas antara unsur masyarakat keagamaan dan institusi negara, dalam menguatkan nilai-nilai luhur bangsa. Garda Walisongo, sebagai organisasi yang berkomitmen “melanjutkan siyasah perjuangan Walisongo”, menyampaikan kesiapannya untuk mendukung penuh langkah-langkah strategis Polri dalam menjaga stabilitas nasional, harmoni sosial, dan ketahanan budaya.
Dalam kesempatan tersebut, Kyai HM. Rd. Abdurrozaq L. Muftiy menyampaikan bahwa Garda Walisongo siap bersinergi bersama Polri untuk “Ngarekso bongso, negoro, agomo lan budoyo”, yang berarti menjaga bangsa, negara, agama, dan budaya. Sebuah filosofi Jawa yang dalam, mengandung nilai cinta tanah air, menjaga kerukunan umat beragama, serta memelihara jati diri bangsa melalui nilai-nilai luhur dan warisan budaya Walisongo.
> “Kami mengapresiasi dan siap mendukung Kapolri dalam membangun keamanan yang berbasis moralitas dan spiritualitas. Perjuangan menjaga NKRI harus dilakukan bersama – oleh ulama dan umara,” ujar Kyai Abdurrozaq.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menegaskan bahwa dukungan dari tokoh agama dan masyarakat seperti Garda Walisongo sangat dibutuhkan dalam membangun kehidupan berbangsa yang aman, damai, dan beradab.
> “Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kami sangat terbuka untuk bersinergi dengan berbagai elemen, termasuk para ulama dan ormas Islam, demi mewujudkan Indonesia yang rukun, aman, dan berkeadilan,” tutur Kapolri.
Sinergitas antara Garda Walisongo dan Polri ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat fondasi kebangsaan. Kedua pihak berkomitmen untuk menjaga Indonesia sebagai negeri yang religius, toleran, dan kokoh dalam bingkai Pancasila dan UUD 1945.
(AM-212)



