Melki Kopa Rihi selaku pengurus IKBST

Jakarta, bhayangkaranews24 Ikatan Keluarga Besar Sumba Timur (IKBST) se-Jabodetabek menggelar perayaan Natal dan Tahun Baru bersama di Gedung JKI Cililitan, Jakarta Timur, DKI Jakarta pada Sabtu, 24/01/2026.

Perayaan Natal dan Tahun Baru ini dihadiri oleh semua kalangan orang Sumba diaspora Jabodetabek yang berasal dari Kabupaten Sumba Timur, baik yang senior, kalangan muda, maupun remaja dan anak-anak. Warga Sumba Timur diaspora sangat antusias menghadiri acara ini. Yang mana kegiatan ini merupakan program tahunan pengurus IKBST yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya.

Yang paling bermakna pada kegiatan ini selain dari merayakan kelahiran sang Kristus yaitu, terwujudnya semangat kebersamaan, kekeluargaan, kekompakan, dan kegotongroyongan. Apalagi sebagai sesama perantau yang tersebar di daerah Jabodetabek, maka patutlah untuk terus saling tolong-meolong satu sama lainnya.

Thema Natal pada perayaan Natal kali ini yaitu “Allah hadir menyelamatkan keluarga”. IKBST mengusung thema Natal nasional yang ditetapkan oleh PGI.
Bapak Pendeta Ronald sebagai pengkhotbah menyampaikan bahwa “Ada tiga konsep keluarga. Pertama, hubungan sedarah, misalnya suami – isteri – anak. Kedua, hubungan saudara walau bukan sedarah, itulah IKBST. Ketiga, keluarga kerajaan Allah, kita semua adalah keluarga kerajaan Allah.
Dalam kehidupan keluarga pasti ada masalah. Dalam keluarga pasti ada rukun – ribut – damai – cekcoknya. Jika ada masalah maka kita perlu belajar dari Yusuf dan Maria dalam merespon masalah”, tuturnya.

Dalam sambutannya, Damian Meta Lombu selaku ketua panitia pelaksana perayaan Natal tahun 2025 dan Tahun Baru 2026 mengatakan bahwa perayaan Natal dan Tahun Baru ini dapat terlaksana karena kekompakan, kebersamaan, dan kegotongroyongan semua pengurus dan anggota IKBST. Hal ini terlihat dari antusiasme semua warga anggota IKBST untuk terlibat dalam menyumbang dan mengumpulkan dana untuk acara tersebut.

“IKBST ini luar biasa, acara ini bisa terlaksana karena kekompakan, kebersamaan, dan kegotongroyongan kita semua pengurus dan anggota IKBST. Motto IKBST yaitu “Marangga Pandulangu” bukan hanya sekadar frasa dan bukan hanya sekadar kata-kata belaka, tetapi menjadi motivasi bagi kita semua”, ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Melki Kopa Rihi selaku pengurus IKBST mengatakan bahwa acara ini merupakan program pengurus IKBST yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Ini demi mempererat persaudaraan, kekeluargaan, dan kebersamaan. Karena kita di rantau ini saling membutuhkan satu sama lain.

“Acara ini merupakan program kami pengurus yang dilaksanakan setiap tahunnya, demi mempererat persaudaraan, kekeluargaan, dan kebersamaan kita di rantau. Karena di rantau ini kita saling membutuhkan. Mungkin pada saat kita sehat dan baik-baik saja, kita merasa hebat. Coba kalau kita lagi sakit atau ada masalah, di situlah kita mulai merasa bahwa kita butuh orang lain”, ungkapnya dengan nada tegas.

Di penghujung acara, salah satu senior IKBST, Umbu Amos Cadu Hina menyampaikan pujiannya kepada pengurus dan panitia pelaksana perayaan Natal dan Tahun Baru bahwa acara tersebut berjalan dengan baik dan memuaskan, sekalipun hanya dilakukan dengan cara yang sederhana namun bemakna.

“Acara hari ini berjalan dengan baik, lancar, dan memuaskan, sekalipun kita hanya melakukannya dengan sederhana saja, tapi sangat bermakna”, ungkapnya.

Sebagai informasi bahwa IKBST Jabodetabek rutin menggelar perayaan Natal dan Tahun Baru bersama setiap tahun. Natal dan Tahun Baru kali ini merupakan perayaan yang ke-empat kali secara berturut-turut sejak dibentuk kepengurusan IKBST Jabodetabek.

BN-24/242/Damian