Depok I
Bhayangkaranews.id
13/12/2023
Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTK FTUI) pada hari Selasa, 12 Desember 2023 di Gedung DTK FTUI menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang bertemakan The Future of Silica: Innovations and Trends in Its Use. “Dengan FGD ini diharapkan terjadi chemistry antar berbagai stakeholder silika, baik dari Pemerintah yang diwakili oleh Kemenperin, industri, akademisi, peneliti dan asosiasi,” demikian disampaikan oleh Dr. Bambang Heru Susanto selalu Ketua DTK FTUI dalam sambutannya. “Karena chemistry itu akan terjadi manakala memenuhi dua syarat, yaitu collision (pertemuan) dan mekanisme sehingga menghasilkan produk yang diinginkan,” lanjut Bambang.

Hal ini didukung oleh Dr. Raden Sukhyar selaku Pendiri dan Ketua Perkumpulan Pertambangan dan Industri Silika Indonesia (PERTAMISI). Sukhyar bahkan akan melibatkan akademisi dan peneliti silika dalam Pertamisi agar sinergi (chemistry) ini bisa mengatasi tantangan besar di dunia silika, khususnya kekosongan produk silika intermediate. Karena sesungguhnya Indonesia mampu untuk mandiri di industri silika dan turunannya. Hal ini dibuktikan dari hasil penelitian Dr. Agus Ismail (UI, UMB), Dr. Murni Handayani (peneliti BRIN) dan Pertamina melalui RTI (Research, Technology and Innovation).

Tantangan untuk hilirisasi komoditas silika memang banyak. Seperti disampaikan oleh Wiwik Pudjiastuti selaku Direktur Industri Semen, Keramik dan Pengolahan Barang Galian Nonlogam, Kemenperin, tantangan itu meliputi infrastruktur dan teknologi/permesinan, bahan baku dan SDM, serta biaya, pemasaran, perizinan dan regulasi.

Sementara para pelaku usaha yang hadir, baik industri keramik dan granit (PT. Arwana Citra Mulia Tbk dan PT. Asri Pancawarna), industri kaca (PT. Mulia Glass), industri ban (PT Suryaraya Rubberindo Industries), PT NOK Indonesia, PT BAT (Benteng Api Technic), dan PT SIG (Semen Indonesia Gresik) juga mengharapkan bahwa bahan baku yang sebagian besar masih diimpor bisa diproduksi di dalam negeri. Tentu dengan spesifikasi baik secara fisik, seperti ukuran partikel, dan secara kimia, seperti kemurnian, yang sesuai dengan kebutuhan industri. Di samping itu juga, harga yang bersaing (minimal setara dengan harga impor) dapat dicapai.

Indonesia memiliki tiga jenis bahan baku utama silika (pasir silika, kuarsa dan kuarsit) yang sangat besar. Silika dapat pula diproduksi dari sekam padi, tanah liat dan brine geotermal. “Inovasi dalam memproduksi silika dan turunannya menjadi penting untuk masa depan silika di Indonesia,” demikian disampaikan oleh Prof. Praswasti PDK Wulan selalu penanggung jawab FGD tersebut.

FGD ini sendiri digagas oleh Unit Pelayanan Pada Masyarakat (UPPM) Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Indonesia di bawah pimpinan Riezqa Andika, ST, PhD. Sebagai moderator FGD adalah Dr. Intan Clarissa Sophiana dan Prof. Abdul Wahid

joSSer ( 238 )