JAKARTA – bhayangkaranews24.id, Dalam suasana penuh kemenangan dan keberkahan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Ketua Umum Barisan Ksatria Nusantara (BKN), Muhammad Rofi’i Mukhlis, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Muslim di Indonesia.

 

Melalui pesan yang disampaikan secara visual dan penuh nuansa religius, Rofi’i Mukhlis mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Idul Fitri sebagai titik balik dalam memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta mempererat tali silaturahmi.

 

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Taqabbalallahu minna wa minkum. Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni segala dosa, dan menjadikan kita pribadi yang lebih baik, penuh keikhlasan dan keberkahan,” ungkapnya dalam pernyataan tersebut.

 

Ia juga menekankan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum spiritual yang sarat makna. Setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadhan, umat Islam diharapkan mampu menjaga nilai-nilai kesabaran, kejujuran, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.

 

Menurutnya, tradisi saling memaafkan yang menjadi ciri khas Idul Fitri harus dimaknai secara mendalam, tidak hanya sebagai formalitas, tetapi sebagai upaya nyata membersihkan hati dan memperbaiki hubungan antar sesama.

 

“Mohon maaf lahir dan batin menjadi jembatan untuk kembali kepada fitrah. Inilah saat terbaik untuk menata ulang niat, memperbaiki akhlak, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat,” tambahnya.

 

Di tengah dinamika kehidupan sosial yang semakin kompleks, Rofi’i juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan semangat Idul Fitri sebagai energi positif dalam membangun persatuan dan menjaga harmoni.

 

Ucapan yang disampaikan dengan latar visual bernuansa islami tersebut memperlihatkan pesan damai dan harapan besar agar keberkahan Idul Fitri dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

 

Dengan penuh kerendahan hati, ia menutup pesannya dengan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, seraya berharap agar kebersamaan dan nilai-nilai kebaikan terus terjaga.

 

“Mohon Maaf Lahir dan Batin.”

 

(AM-212)