Bengkulu Utara, bhayangkaranew24.id –  Pelaksanaan Musyawara dalam upaya pelatihan Kader Posyandu untuk menangani masalah stunting di wilayahnya, Desa Sumberejo Kecamatan Hulu Palik mengadakan Rembuk Stunting pada tanggal 25 April 2024 pukul 8 .30 WIB. Acara tersebut diselenggarakan guna membahas  Rencana Kerja Pemerintah yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan stunting yang terjadi di desa ini dan pembahasan tentang pelatihan Kader Posyandu.

 

Pelatihan Rembuk Stunting dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Camat Hulu  Palik , pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kader Pembangunan Manusia (KPM), unsur PKK, unsur Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) pihak puskes, Dan unsur trifika Kehadiran semua pihak tersebut menunjukkan komitmen yang kuat dari masyarakat dan pemerintah setempat dengan pelatihan ini untuk  menangani masalah stunting secara serius agar segera teratasi .

Dalam pelatihan rembuk tersebut, berbagai isu terkait stunting dibahas secara mendalam. Salah satu fokus utama adalah peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi yang seimbang dan perawatan anak yang baik untuk mencegah stunting.  Dengan pelatihan ini juga membahas langkah-langkah konkret yang akan diambil dalam  mengurangi angka stunting di wilayah mereka.

Salah satu rencana aksi yang diusulkan adalah program perbaikan gizi dan perawatan anak yang melibatkan unsur penting dalam penanganan Stunting  (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga). Program ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memberikan asupan gizi yang baik dan perawatan yang tepat bagi anak-anak mereka.

Selain itu, bagian Stunting  turut berperan dalam rembuk ini dengan menyampaikan informasi tentang pentingnya pelatihan yang mana bisa memahami ,pemeriksaan kesehatan rutin dan perawatan medis yang diperlukan untuk mencegah stunting. Mereka juga memberikan saran dan arahan kepada masyarakat mengenai pola hidup sehat dan pentingnya makanan bergizi bagi tumbuh kembang anak.

Rembuk Stunting Desa  ini diharapkan menjadi titik awal bagi upaya serius dalam menangani masalah stunting di desa tersebut. Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai unsur terkait, diharapkan akan mampu mengimplementasikan program-program yang efektif dan berkelanjutan untuk mengatasi stunting.

Dengan berjalannya waktu, diharapkan Desa  dapat mengurangi angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak mereka. Upaya ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam upaya memerangi masalah stunting yang menghambat pertumbuhan generasi muda.

BIRO-  ( Ujang S ).