Tebingtingggi|bhayangkaranews24.idPara Awak Media Cetak Dan Online merasa tidak ada lagi keterbukaan publik dengan pemutusan hubungan Publikasi, diduga hal ini terjadi karena banyaknya jaringan Mafia pemain brondolan dan getah tanah yang berada du sekeliling afdeling perkebunan yang diduga bermain dengan para centeng dan security kontrak di dalam wilayah tugas PTP. N III Kebun Rambutan sehingga dugaan kuat adanya penghasutan dari pihak regional yang kini menguasai management PTP. N III.
Akibat dari pemutusan sepihak terhadap Merk Media juga berimbas pada Awak Media yang bertugas di daerah Kota/Kabupaten di Propinsi Sumatera Utara ⬆ni membuat keterbukaan publik jelas semakin tertutup, baik pada kesalahan karyawan maupun pimpinan dalam Badan Usaha Milik Negara(BUMN)ini dikarenakan rasa takut ketahuan oleh masyarakat.
Menyikapi hal tersebut Yusrizal F Rangkuti selalu Wakil Ketua DPC LSM PAKAR Kota Tebing Tinggi mengecam keras tentang silaturahmi yang sudah lama dibangun oleh pihak PTP. N III maupun Kebun yang ada dibawah naungan BUMN di Kota Tebing Tinggi juga Kabupaten Serdang Bedagai dalam pemutusan hubungan kepada para Media yang bertugas selalu control sosial publik di daerah masing-masing dalam menyoroti anggaran milik negara ini.
Diduga kuat menurut Rangkuti banyaknya jaringan”Mafia terorganisir “yang bermain dalam lingkaran perkebunan membuat para pimpinan dan pembisik (tekanan) membuat kesimpulan pemutusan hubungan publik agar tidak bersuara ataupun tersiar, Rangkuti juga berharap agar pihak KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI segera memeriksa piha Direksi PTP. N (BUMN) agar tidak ada kerugian Negara yang menguntungkan kekayaan pribadi para pembesar di lingkungan Perkebunan milik Negara ini, tegas Yusrizal F Rangkuti aktivis LSM PAKAR ini pada para TVAwak Media (22/06/2026) . (Tim)
PTP. N III Kebun Rambutan Putuskan Publikasi Pada Awak Media Cetak Dan Online
Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

