Tapanuli Selatan -bhayangkaranews24.id,SMK Pertanian Pembangunan Kab.Tapanuli Selatan hari ini mendapatkan kabar duka bahwa akan dibuat menjadi Sekolah Rakyat (SR) oleh Pemerintah melalui Dinas Pendidikan Sumatera Utara selaku yang menaungi tata kelola untuk SMA dan SMK berdasarkan UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Sekolah Rakyat yang merupakan Program Presiden sesuai Inpres Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstream dan Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 49/HUK/2025 tentang Tim Formatur Penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang menjadi Dasar Hukum dalam penyelenggaeaan Sekolah Rakyat. Kita sangat mendukung Program Pemerintah selagi bertujuan baik demi kepentingan rakyat untuk mensejahteraan masyarakat Indonesia.

Namun sangat kita sayangkan kejadian yang terjadi untuk SMK Pertanian Pembangunan Kab. Tapanuli Selatan,  bahwa sekolah tersebut akan dijadikan Sekolah Rakyat (SR) sesuai informasi yang kita dapatkan. Telah terjadi Renovasi Gedung kata Plt. Kepala Sekolah SMK Negeri Pertanian Pembangunan Kabupaten Tapanuli Selatan dalam persiapan pelaksaan Sekolah Rakyat yang kemungkinan akan dibuat disana.

 

Sebagai Alumni, saya Perimadona Rambe sangat menyayangkan hal tersebut, SMK Negeri Pertanian Pembangunan Kab. Tapanuli Selatan memiliki History yang begitu Baik dan merupakan Sekolah ternama yang sangat dikenal di Wilayah Tapanuli Bagian Selatan. Dimana dulu namanya adalah SPP-SPMA Kabupaten Tapanuli Selatan sekolah pertama kejuruan di bidang Pertanian di Tapanuli Bagian Selatan bahkan bisa dibilang satu-satunya. Siswa/I sekolah tersebut berasal dari seluruh wilayah Tapanuli Bagian Selatan.                            SPP-SPMA/SMK Negeri Pertanian Pembangunan Kabupaten Tapanuli Selatan merupakan sekolah yang sangat Produktif yang mencetak mental Siswa/I yang siap terjun dalam dunia kerja sebagai Penyuluh Pertanian. Bagaimana tidak, System Pembelajaran di SMK Negeri Pertanian Pembangunan Kabupaten Tapanuli Selatan 60℅ Praktik dan 40℅ Teori, kita jadikan lahan sebagai ruang belajar bersama guru dalam menyampaikan mata pelajaran. Siswa/I tinggal di Asrama. Setelah pulang sekolah kita bisa berdiskusi kembali di asrama untuk melanjutkan apa yang sudah di pelajari. Disiplin di sekolah menjadi prioritas utama dalam melatih karakter dan mental Siswa/I pada masanya. Setelah tamat dari SPP-SPMA / SMK Negeri Pertanian Pembangunan Kabupaten Tapanuli Selatan kita sudah siap mendedikasikan diri untuk penyuluh pertanian. Alumnk SPP-SPMA / SMK Negeri Pertanian Pembangunan Kabupaten Tapanuli Selatan banyak yang sudah masuk di Perusahaan Perkebunan dan  bekerja di Pemerintahan di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sebagai Penyuluh Pertanian sesuai dengan Kejuruan dan Ilmu yang di pelajari di Sekolah dengan basic ilmu di bidang Pertanian. Siswa/I SMK Negeri Pertanian Pembangunan Kabupaten Tapanuli Selatan yang diterima tidak pernah banyak. SPP-SPMA / SMK Negeri Pertanian Pembangunan Kabupaten Tapanuli Selatan sudah banyak menjalin kerjasama dengan Perusahaan Perkebunan dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Inilah history sekolah yang begitu panjang. Setiap Pimpinan atau Kepala Sekolah tentu memiliki gaya kepemimpinan, perjalanan panjang sekolah tentu ada turun naiknya, itu sudah menjadi suatu tantangan.

Mendengar kabar akan ada peralihan bahwa SMK Negeri Pertanian Pembangunan Kabupaten Tapanuli Selatan akan menjadi Sekolah Rakyat (SR)  tentu menyayat hati kita sebagai Alumni, bukankah sekolah itu masih aktif dan proses belajar mengajar masih berjalan, bahkan penerimaan Siswa/I tahun ini meningkat sebanyak kurang lebih 70 orang, lantas mau dikemanakan mereka, belum lagi guru-guru yang sudah lama mengabdi di SPP-SPMA/SMK Negeri Pertanian Pembangunan Kabupaten Tapanuli Selatan berpuluh tahun tiba-tiba akan dipindah nantinya yang menurut kita bukan solusi. Saya sebagai Alumni tentu bertanya bahwa Kepala Sekolah SMK Negeri Pertanian Pembangunan Kabupaten Tapanuli Selatan apakah tidak memikirkan nasib para Siswa/I dan guru-guru yang ada disana, ditambah lagi penjaga asrama, mereka mau di kemanakan, seharusnya sebagai Pimpinan tentu memikirkan nasib para guru dan tenaga kerja yang ada disana. SMK Negeri Pertanian Pembangunan Kabupaten Tapanuli Selatan masih aktif melaksanakan proses pembelajaran, kenapa harus dihentikan, dan kenapa harus SMK Negeri Pertanian Pembangunan Kabupaten Tapanuli Selatan yang menjadi Lokasi yang dijadikan untuk Sekolah Rakyat, seharusnya Kepala Sekolah memberikan keputusan yang bijak dan mempertahankan agar Sekolah Rakyat dibuat di Sekolah lain, karena SMK Negeri Pertanian Pembangunan Kabupaten Tapanuli Selatan merupakan sekolah yang mencetak tamatan untuk menjadi penopang mata rantai ketahanan pangan dari sejak Remaja di bidang pertanian yang merupakan Program Utama juga oleh Presiden terkait Ketahanan Pangan. Banyak kejanggalan yang terjadi dengan dijadikan SMK Negeri Pertanian Pembangunan Kabupaten Tapanuli Selatan sebagai Sekolah Rakyat yang dimana Kepala Sekolah yang merupakan Plt. seolah diam dan membiarkan semua terjadi mengalir begitu saja, seorang Pimpinan seharusnya mampu mengambil kebijakan yang tepat dan mempertahankan sekolah tersebut. Kalau dalil perkara SMK Negeri Pertanian Pembangunan Kabupaten Tapanuli Selatan kemarin mengalami pasang surut, itu hal yang wajar, itupun bisa juga akibat pimpinan yang tidak begitu peduli untuk kemajuan sekolah, kalau tidak mau memperjuangkan sekolah lebih baik bapak kepala sekolah mundur dari jabatannya. Tidak layak menjadi pimpinan kalau tidak mampu mempertahankan Sekolahnya.

Pemerintah Kota Padangsidimpuan melalui Dinas Sosial Daerah Kota Padangsidimpuan yang merupakan perpanjangan pemerintah dalam menentukan Lokasi untuk pelaksanaan kegiatan sekolah rakyat di SMK Negeri Pertanian Pembangunan Kabupaten Tapanuli Selatan menurut kita tidak tepat, sekolah aktif yang masih ada proses belajar mengajar dijadikan sebagai Sekolah Rakyat, belum lagi tidak ada sosialisasi yang dilakukan terkait Sekolah Rakyat. Sementara masih banyak Gedung-gedung bangunan yang merupakan asset Pemerintah Kota Padangsidimpuan yang tidak dipergunakan.

Sebagai Alumni SPP-SPMA/SMK Negeri Pertanian Pembangunan Kabupaten Tapanuli Selatan dan Warga Negara Indonesia yang baik, saya tidak menolak Program Sekolah Rakyat yang tujuannya sangat baik dan untuk kepentingan rakyat, tapi jangan korbankan Sekolah kami SPP-SPMA/SMK Negeri Pertanian Pembangunan Kabupaten Tapanuli Selatan dalam menyongsong program tersebut karena kami masih ada dan masih hidup serta banyak Masyarakat yang bergantung hidup mencari makan untuk keluarga. Dan perlu diketahui bahwa Program Ketahanan Pangan juga merupakan Program Unggulan Presiden Prabowo Subianto dalam pengentasan kemiskinan di Republik ini. Dan Siswa/I SMK Negeri Pertanian Pembangunan Kabupaten Tapanuli Selatan merupakan bibit yang akan menopang Swasembada Pangan dari Wilayah Tapanuli Bagian Selatan.

Anca nasution