MINSEL – bhayangkaranews.24.id – Peredaran uang palsu di Amurang kabupaten Minahasa Selatan sepertinya sudah mulai marak.

Kejadian orang berbelanja menggunakan uang palsu, terjadi di salah satu tempat penjualan pulsa dan token listrik kios Ramadhan yang ada di desa Lopana Satu.

Menurut pemilik kios menceritakan kronologi pembelanjaan dari pengedar uang palsu tersebut yaitu, mereka datang berbelanja pada jam 23:00, minta di isikan pulsa data internet.

Namun karena pemilik kios kurang teliti dan kebetulan sudah sibuk untuk tutup kios, akhirnya nanti ketahuan bahwa uang yang dibelanjakan orang tersebut adalah uang palsu pecahan seratus ribu pada besok paginya.

Namun sayangnya pemilik kios tak mengenali dan lupa raut wajah si terduga penyebar uang palsu tersebut.
“Saya tidak kenal orangnya, dan saya lupa raut wajahnya, memang terlihat seperti orang asing, yang belum pernah datang berbelanja dusini, ucap pemik kios Ramadhan.

Dan dengan kejadian ini, sang pemilik kios pun memajang uang palsu tersebut di etalase, agar bisa menjadi peringatan kepada masyarakat dan bisa membedakan uang palsu dan uang asli.

selain itu juga, pemilik kios tersebut berharap agar pihak APH Dan Dinas tetkait bisa melacak dan mengungkap pengedar uang palsu yang sudah masuk ke Amurang.

Robby.