Tulang Bawang Barat, bhayangkaranews24.id-Lagi-lagi SMT dan SL dua warga masyarakat Tiyuh Indraloka II, Kecamatan Way Kenanga, Kabupaten Tulang Bawang Barat Lampung yang dilaporkan ke Polres Mesuji Polda Lampung pada ( 2/5/2024 ) atas dugaan perbuatan perzinahan kembali membuat heboh masyarakat yang dibuat heboh oleh ulah SMT dan SL khususnya di Tiyuh/Desa Indraloka II tak habis pikir bahkan geleng-geleng kepala dengan perlakuan kedua sejoli sedang dimabuk asmara yang mampu meninggalkan anak suami dan istri demi kesenangan sesaat.
Keresahan masyarakat atas perbuatan kedua pelaku zinah yang di gerebek oleh masyarakat di bantu TNI dan Polri di salah satu rumah di wilayah kawasan register 45 Mesuji Lampung bukan tidak didasari dengan bukti dan fakta, baru-baru ini beredar luas dimasyarakat foto pertemuan kencan antara SMT dan SL sedang makan sambil bercanda mesra didapat wartawan dari warga masyarakat Tiyuh Indraloka II pada Jum’at ( 24/5/2024 ) sekira pukul 10,00 WIB.
Pagi itu Jum’at sekira pukul 10,00 WIB ketika wartawan melintas di kawasan pasar Tiyuh Indraloka II diberhentikan oleh salah satu warga yang tak mau disebutkan indentitas nya dan bertanya kepada wartawan, terkait perkembangan perbuatan perzinahan SMT dan SL yang sudah dilaporkan oleh suami SL sendiri Bambang ke Reskrim PPA Polres Mesuji sambil menunjukan foto pertemuan SMT dan SL sedang makan sambil berbincang manja, warga masyarakat itu sangat prihatin dengan perilaku kedua terlapor yang jelas melanggar norma agama dan aturan negara seolah tidak ada jarak dan aturan justru sering bertemu setelah adanya penggerebekan.

” Kedua nya sudah tidak punya akhlak bang..! hukum sudah dipermainkan oleh mereka berdua awal saya tidak percaya dengan beredarnya informasi mereka sering kencan setelah penggrebekan itu mereka sering bertemu namun dengan adanya foto ini saya yakin mereka sering kencan ditambah ekspresi SL senyum manja memandang SMT.” ucapnya.
Ditambahkan masyarakat itu dirinya merasa bingung dengan kondisi Tiyuh Indraloka II begitu banyak masalah dari mulai masalah yang melibatkan aparatur Tiyuh sampai masyarakat seperti tidak ada usainya, ketegasan apartur Tiyuh untuk menyikapi di setiap permasalahan dan mengatasinya dianggap kurang sigap oleh warga masyarakat.
Bambang selaku korban pun mengatakan kepada wartawan belum ada Apartur Tiyuh yang mau menawarkan diri secara sukarela membantu proses dirinya mencari keadilan di Polres Mesuji, apalagi setelah Bambang dan keluarga meminta kepada Junaedi S.H, untuk menjadi pendamping siap tanpa dibayar, belum ada apartur yang bertanya kepada dirinya soal perkembangan LP perzinahan yang sedang berjalan saat ini bahkan Bambang sempat berkelakar apa lantaran dirinya orang susah tidak punya uang untuk membayar maka tidak ada aparatur yang tergerak hatinya untuk ikhlas membantu nya.
Menyikapi masalah perzinahan yang mesti nya tidak terjadi dan harus terulang dilakukan oleh SMT dan SL setelah bos pimpinan saumil yang berbuat asusila dengan karyawatinya yang sempat di video kan oleh driver, masyarakat itu mengatakan akan segera ber kordinasi dengan tokoh masyarakat agama Babinsa dan Babinkantibmas untuk memberi teguran keras agar SMT dan SL tidak memperkeruh situasi dengan fulgar melakukan pertemuan kencan yang dapat dilihat publik, jika keduanya tetap membandel maka masyarakat akan mendesak Aparatur desa, Aparat TNI dan Polri mengusir SMT serta SL tidak berada di Tiyuh Indraloka II,
” Langkah pengusiran itu masyarakat ambil sudah cara terakhir loo bang untuk memberikan teguran keras dan efek jera agar tidak terulang lagi di Tiyuh kami, mereka itu sudah merasa hebat apalagi (SMT) merasa paling kuat punya uang, Ow saja yang bos soumil uangnya banyak masih menghargai masyarakat EJ tidak berada di saumil lagi dan membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi perbuatan tercela itu, kami semua berharap Junaedi serius melakukan upaya hukum membantu Bambang karena SMT sudah berulang kali merusak rumah tangga orang dengan iming – iming uang,” tegas masyarakat Indraloka II.
( Kaperwil Lampung )



