Bhayangkaranews24.id . Kegiatan Sharing session FPT PRB dalam rangka Peringatan bulan pengurangan Peran Perguruan Tinggi dalam pengurangan Resiko Bencana di indonesi.
Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setiap bulan Oktober.
Kegiatan ini digelar pada Auditorium Universitas syiah Kuala jalan hanzah fansuri nomor 8 Darusalam Banda Aceh. Senin , (07/10 /2024 ) Analisis Indeks kerentanan seismik dengan Metode HVSR ,sebagai Model Pembelajaran Mitigasi Bencana . Dr.Teuku Hasan Basri M.pd , sebagai Pemakalah kegiatan Resiko Bencana dari Universitas Samudra yang hadir pada kegiatan ini.
Pada kegiatan pengurangan Resiko Bencana , Dr.teuku hasan Basri M.pd yang dihadirkan untuk memberikan materi kepada Undangan dan Peserta menyebutkan ” Pada tahun 2018 dan 2020 silam terjadi gempa bumi dengan intensitas III – V MMI, pada
struktur patahan yang belum diketahui pasti di Kota langsa. Sehingga memungkinkan
kemungkinan kerugian yang di akibatkan oleh gempa bumi. Salah satu cara untuk mengetahui tingkat bahaya gempa bumi yang ditimbulkan .
Dengan dilakukannya survei mikrotremor di
wilayah Kota Langsa. Adapun tujuan dari penelitian ini menentukan tingkat indeks kerentanan seismik dan tingkat resiko gempa di Kota Langsa, melihat hubungan antara nilai
indeks dan kerentanan seismik dengan litologi bawah permukaan wilayah Kota Langsa. Sebutnya.
Lanjutnya Lagi ,pengembangan modul mitigasi gempa bumi yang mencakup data survei mikrotremor di
Wilayah kota Langsa yang di tunjukan kepada mahasiswa Pendidikan Fisika di Universitas
Samudra. Metode yang digunakan dalam menganalisis indeks kerentanan seismik di Kota Langsa. yakni dengan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR). Sedangkan dalam
mengembangkan modul mitigasi gempa bumi menggunakan metode R&D dengan model
ADDIE (analysis, design, development, implementation, evaluation). Dari survei mikrotremor
yang dilakukan diketahui bahwa zona lemah di daerah Kota langsa berada di Kecamatan
Langsa Barat, Langsa Kota dan Langsa Timur. Berdasarkan nilai frekuensi dominan daerah .
tersusun dari batuan alluvial atau alluvium yang terbentuk dari desimen pasir
berkerikil (sandy hard clay), tanah liat, lempung (loam) dan sebagaianya. Hasil validasi modul .
mitigasi bencana gempa bumi yang mencakup data servei mikrotremor di wilayah Kota Langsa
setelah divalidasi oleh 3 Validator ahli diperoleh persentase 87,4% untuk validasi media dan
88,4% untuk validasi materi dengan kriteria layak. Pada hasil uji coba produk yang dilakukan
terhadap mahasiswa Pendidikan Fisika diketahui bahwa peningkatan pemahaman mahasiswa .tutup nya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh beberapa tokoh penting di bidang kebencanaan, termasuk Deputi Bidang Kesiapsiagaan BNPB, Ibu Dra. Prasinta Dewi, M.A.P, Kepala Tsunami and Disaster Mitigation Research Centre (TDMRC) Universitas Syiah Kuala.
Sesi sharing FPT PRB ini menghadirkan 16 makalah ilmiah dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang membahas berbagai aspek terkait pengurangan risiko bencana. ( juli/ Nurmansyah)



