Langsa| Bhayangkaranews24.id
saudara Suriyati Harahap meminta kepada Pihak yang berwajib tolong diperiksa Oknum penyelengara bantuan KKS yang dimana beliau merasa ada dugaan dimana bantuannya di gelapkan. karena menurut beliau telah menerima bantuannya sudah dua tahap yang pertama dan kedua sementara bantuan yang ketiga dengan yang ke empat dihilangkan alias digelapkan. menurut beliau, beliau masih terdaftar dengan nama anaknya “Intan Monica” disalah satu data penerimaan bantuan dan datanya terlampir di media ini.
Kemudian beliau beliau menyambungkan kembali ceritanya kepada awak media ini, Kami pak sudah pernah ngelaporkan permasalahan kami ini kepada bapak Pj wali kota langsa “Saridin.S.Pd. M.Pd” melalui Suami saya “Muslim Muhamad Nur namun sungguh miris nasib suami saya, sesampainya disana suami saya malah dihadang oleh ajudan Pj walikota langsa sehingga suami saya tidak dapat menjumpai bapak Pj walikota tersebut untuk meluapkan unek-unek permasalahan kami. dan ajudan tersebut malah di arahkannya kami ke Kadis sosial “Bapak Armia”.
Sesampainya saya ke Dinas Sosial Saya menjumpai beliau “armia” selaku Kadis sosial kota langsa dan beliau mengatakan kepada suami saya katanya “lagi tengah diselesaikan bantuan kamu”.
Lalu suami saya merasa belum cukup puas beliau mendatangi Kordinator KKS dan PKH di Dinas Sosial dan Beliau mengatakan, “anak bapak (Intan Monica) sudah tidak atif lagi” ujar kordinator KKS tersebut Kepada suami saya. “dan perlulah bapak’bapak wartawan mengetahui anak kami ini masih terdaftar aktif dan buktinya kami akan serahkan kepada bapak-bapak wartawan di media ini untuk dapat di buplikasihkan dan diviralkan agar tau sapa yang berbohong disini” ujar bu suriyati harahap kepada awak media ini.
Di sisi lain suami saya menanyakan secara langsung kepada oknum kades belang senibong kecamatan langsa kota -kota langsa-propinsi Aceh. kata suami saya kepada saya sambil menyontohkan ucapan suaminya kepada beberapa awak media. “pak kades mana surat undangan keluarga kami untuk pengambilan bantuan KKS di kantor POS, kata suami saya begitu sambil dia menirukan bahasa suaminya kepada awak media ini. kemudia pak kades mengatakan “kalau tidak ada namanya berarti tidak ada nama (tidak terdaftar lagi) kemudian suami saya mengatakan kembali ke pak kaded. “jadi solusinya bagaimana pak? kemudian pak kades mengatakan kepada suami saya. “ya gak gak taulah” begitulah dialog suami saya kekantor desa untuk memperjuangkan nasib kami ini pak? sambil bersedi dan bercerita kepada wartawan.
Kemudian awak media menanyakan kepada saudari “Suriyati harahap, apa yang inu harapkan dari permasalahan bantuan KKS ibu yang telah di duga di gelapkan datanya. beliau mengeluarkan kata-katanya sambil penuh air matanya dirumanya di depan awak media. ” Kalau bisa pihak yang berwajib tolong diperiksa tim panitia dari desa ampai kepemerintah kota langsa tentang bantuan KKS ini kapada anak kami soalnya anak kami ini masih terdaftar tetapi datanya tidak diusulkan kepusat dan beliau menambahkan ceritanya kembali di hadapan awak media, “bisa jadi kasus saya ini ada dugaan ingin di gelapkan bantuan saya berdasarkan data yang saya punya ini sambil menampakan datanya kepada awak media dan saya punya firasat bisa jadi ada dugaan digelapkan bantuan kami ini dan ini ditandai dengan tidak dikirimkan data kami ke pusat sehingga kami dan anak kami tidak menamdapatkan undangan untuk mengambil bantuan KKS ke kantor pos. ujarnya dengan sedih dan kesal didepan awak media. (03/nov/2023) zul



