Sukabumi jawabarat bhayangkaranews24.id– Program Revitalisasi Sekolah yang digulirkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendapat apresiasi dari Kepala SMA PGRI Cisaat, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Menurut pihak sekolah, bantuan pembangunan dua ruang kelas baru dan satu unit WC sangat membantu meningkatkan sarana pendidikan yang selama ini masih terbatas.
Kepala SMA PGRI Cisaat, H. Ocen, mengungkapkan bahwa sekolah yang dipimpinnya sebelumnya masih menumpang di lingkungan SMP PGRI Nagrak karena telah direlokasi dari lokasi lama. Kondisi tersebut membuat kebutuhan ruang belajar menjadi salah satu prioritas.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah memperhatikan kebutuhan sekolah kami. Sebenarnya yang kami butuhkan adalah Unit Sekolah Baru (USB), namun Alhamdulillah saat ini sudah difasilitasi pembangunan dua ruang kelas dan satu toilet. Ini sangat membantu meski belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan,” ujar H. Ocen, jum’at (1/8/26)
Ia menjelaskan, berdasarkan kebutuhan ideal, sekolah masih memerlukan sedikitnya empat ruang kelas agar seluruh kegiatan belajar mengajar dapat dilaksanakan secara mandiri tanpa harus menumpang.
Menurutnya, pembangunan tersebut akan memberikan dampak positif terhadap kenyamanan dan kualitas proses pembelajaran.
“Selama masih menumpang, tentu kegiatan belajar mengajar belum maksimal. Dengan adanya ruang kelas baru, siswa akan lebih nyaman, aman, dan lebih fokus dalam belajar. Guru juga akan lebih optimal dalam melaksanakan pembelajaran,” katanya.
Saat ini, dua ruang kelas yang dibangun diproyeksikan dapat dimanfaatkan sekitar 45 hingga 50 siswa, sementara sebagian kegiatan belajar masih tetap menggunakan fasilitas di SMP PGRI Nagrak hingga kebutuhan ruang belajar terpenuhi.
Terkait keberlanjutan fasilitas, H. Ocen menyatakan sekolah berkomitmen menjaga dan merawat bangunan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap aset negara. Pemeliharaan nantinya akan didukung melalui alokasi dana operasional sekolah sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, pihak sekolah berharap program peningkatan sarana pendidikan dapat terus berlanjut.
“Harapan kami, sekolah-sekolah lain juga bisa mendapatkan manfaat yang sama. Untuk sekolah kami sendiri, mudah-mudahan pemerintah masih dapat membantu karena kebutuhan ruang belajar belum sepenuhnya terpenuhi,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan pembangunan, H. Ocen juga menyebut mayoritas tenaga kerja berasal dari masyarakat sekitar, sedangkan tenaga teknis berasal dari pihak yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya.
Program revitalisasi di SMA PGRI Cisaat meliputi pembangunan dua ruang kelas baru dan satu unit WC dengan sumber pendanaan dari APBN. Pihak sekolah berharap pembangunan dapat selesai tepat waktu sehingga fasilitas tersebut segera dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan bagi para siswa.
Rab Rivaldo



