bhayangkaranews24.id – JAKARTA, Setelah delapan tahun membangun jaringan Indonesia–Jepang, Indonesia-Japan Business Network (IJBNet) memasuki fase baru.
Organisasi tersebut kini ingin mengubah orientasi dari sekadar membangun networking menjadi mendorong real collaboration dan menghasilkan dampak yang lebih nyata.
Pesan itu menjadi salah satu benang merah dalam perayaan Sewindu IJBNet di Gedung PIDI 4.0, Kementerian Perindustrian, Jakarta.
Ketua Umum IJBNet Dr. Suyoto Rais mengatakan, membangun jaringan merupakan tahap awal. Tantangan berikutnya adalah membuat jaringan tersebut menghasilkan program nyata.
“Kalau delapan tahun pertama kita membangun network, maka fase berikutnya adalah bagaimana network itu menghasilkan collaboration. Dan collaboration tersebut harus menghasilkan impact.”
IJBNet didirikan dan dideklarasikan pada 8 Agustus 2018 di lingkungan Kementerian Perindustrian.
Kini, delapan tahun kemudian, IJBNet kembali ke Kementerian Perindustrian untuk memperingati sewindu perjalanan organisasi.
Menurut Suyoto, perubahan pendekatan tersebut diperlukan karena tantangan hubungan ekonomi Indonesia–Jepang semakin kompleks.
Indonesia membutuhkan investasi, teknologi, pengembangan industri dan peningkatan kualitas SDM. Sementara Jepang membutuhkan mitra, pasar, sumber daya manusia serta ruang baru untuk pengembangan bisnis dan teknologi.
Titik temu kedua kepentingan tersebut menurut IJBNet harus diterjemahkan dalam bentuk program konkret.
Karena itu, berbagai agenda yang digelar dalam perayaan sewindu bukan hanya bersifat seremoni.
Ada business matching, presentasi perusahaan Jepang, diskusi SAF, dekarbonisasi, pemanfaatan data satelit, pengembangan SDM serta pengenalan platform JOBAGUS.
Perwakilan pemerintah Indonesia menilai kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan mitra internasional akan semakin penting dalam menghadapi perubahan industri global.
Sementara pihak Jepang menegaskan pentingnya memperkuat hubungan antarpelaku usaha kedua negara.
Bagi IJBNet, usia delapan tahun menjadi momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus menetapkan arah baru.
“Kami tidak ingin IJBNet hanya dikenal sebagai tempat bertemunya orang Indonesia dan Jepang. Kami ingin setelah orang bertemu, ada kerja sama; setelah ada kerja sama, ada hasil; dan hasil itu memberikan manfaat bagi kedua negara.” tutup Dr. Salim Mustofa, Sekjen IJBNet kepada awak media.
Dengan semangat “Sewindu Bersatu Padu”, IJBNet memasuki tahun kesembilan dengan agenda memperkuat kolaborasi di bidang industri, investasi, teknologi, energi, lingkungan, perdagangan dan sumber daya manusia.
Delapan tahun membangun jaringan. Tahun-tahun berikutnya membangun dampak.



